0%
logo header
Rabu, 06 Mei 2026 11:55

Industri Jasa Keuangan Nasional Masih Terjaga di Tengah Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Chaerani
Editor : Chaerani
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang dipicu konflik geopolitik, tekanan inflasi, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK pada 30 April 2026 menunjukkan sektor jasa keuangan Indonesia masih berada dalam kondisi yang stabil dan resilien.

“Kami melihat stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai berbagai ketidakpastian,” ujarnya dalam keterangannya, kemarin.

Baca Juga : Penguatan Sektor Layanan Kesehatan Hingga Penurunan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Gowa

Menurut OJK, perekonomian global masih menghadapi tantangan yang cukup besar meskipun telah tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pada 8 April 2026. Namun, penutupan Selat Hormuz akibat blokade yang masih dipertahankan kedua pihak menyebabkan distribusi energi global belum sepenuhnya pulih.

Kondisi tersebut membuat harga minyak dunia tetap bergerak volatil dan bertahan pada level tinggi, sehingga menambah tekanan terhadap inflasi global dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi dunia.

Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan World Economic Outlook April 2026 bertajuk Global Economy in the Shadow of War memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1 persen pada 2026. IMF juga memperingatkan meningkatnya risiko stagflasi akibat fragmentasi geopolitik, tekanan utang, dan gangguan rantai pasok yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi ke depan.

Baca Juga : Disertasi Doktoral Hendriansyah Temukan Orang yang Wakaf Cenderung Lebih Bahagia

Di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 diperkirakan melemah. Tekanan inflasi kembali meningkat terutama akibat kenaikan harga barang dan energi, sementara sentimen konsumen mengalami penurunan meskipun kondisi pasar tenaga kerja masih relatif kuat. Di tengah situasi tersebut, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada akhir April 2026.

Sementara itu, ekonomi Tiongkok masih mencatat pertumbuhan sebesar 5 persen pada kuartal pertama 2026 sesuai target pemerintah. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja ekspor dan sektor manufaktur. Namun, OJK mencatat momentum pertumbuhan mulai menunjukkan tanda-tanda moderasi seiring perlambatan ekspor pada Maret 2026 dan belum pulihnya permintaan domestik secara signifikan.

Di tengah tantangan global tersebut, perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang solid. OJK mencatat ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen, didukung oleh konsumsi rumah tangga yang kuat serta peningkatan belanja pemerintah.

Baca Juga : OJK Libatkan TP PKK Perkuat Literasi Keuangan Bagi Perempuan

Dari sisi permintaan domestik, Indeks Keyakinan Konsumen masih berada pada zona optimistis meskipun mengalami moderasi. Penjualan ritel tumbuh 2,4 persen secara tahunan, sementara penjualan kendaraan bermotor masih mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Ketahanan eksternal Indonesia juga dinilai tetap kuat. Cadangan devisa pada Maret 2026 tercatat sebesar USD148,2 miliar, didukung oleh surplus neraca perdagangan sebesar USD1,2 miliar,” jelasnya.

Friderica menegaskan bahwa berbagai indikator tersebut menunjukkan fondasi ekonomi nasional yang tetap kokoh dalam menghadapi tekanan global. OJK akan terus memperkuat pengawasan dan menjaga stabilitas sektor jasa keuangan agar tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Gali Masukan Pemkot Parepare Terkait Ranperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

“Di tengah berbagai risiko global yang masih tinggi, OJK terus memastikan sektor jasa keuangan nasional tetap resilien, sehat, dan mampu mendukung aktivitas perekonomian nasional,” tutupnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646