LUWU — Pagi belum terlalu ramai ketika Hasrul mulai memperhatikan satu per satu pohon kopi di kebunnya. Di antara tanaman yang masih tumbuh, ada pohon-pohon tua yang tak lagi menghasilkan buah seperti dahulu. Batangnya tetap berdiri, tetapi produktivitasnya perlahan menurun.
Bagi Hasrul, Kepala Dusun Ulusalu yang juga seorang petani kopi, kondisi itu bukan sekadar soal tanaman yang menua. Kopi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa, termasuk sumber penghidupan yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
“Kalau pohon sudah tua dan tidak produktif, tentu harus diganti. Jadi bibit ini sangat membantu kami untuk meremajakan kembali tanaman kopi yang sudah lama,” ujar Hasrul.
Baca Juga : Sambut HUT ke-81 RI, FORDES Matappa Gelar Kerja Bakti Serentak di 20 Desa dan Kelurahan
Karena itu, ketika kegiatan penyuluhan dan pembibitan kopi dilaksanakan di Dusun Ulusalu, Desa Ulusalu, Hasrul melihatnya sebagai kesempatan untuk menyiapkan kembali kebun-kebun kopi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 8 Agustus 2026, dengan tujuan menyiapkan bibit kopi yang nantinya dapat digunakan untuk mengganti atau meremajakan pohon-pohon tua yang sudah tidak produktif.
Kegiatan ini diinisiasi oleh masyarakat Desa Ulusalu melalui kolaborasi bersama Pemerintah Desa Ulusalu, Forum Desa Matappa, serta PT Masmindo Dwi Area. Kolaborasi tersebut mempertemukan pengalaman petani dengan pengetahuan, pendampingan, dan dukungan berbagai pihak dalam mengembangkan potensi pertanian desa.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan penyuluhan mengenai pembibitan kopi, mulai dari pemilihan benih, teknik pembibitan, hingga perawatan bibit agar dapat tumbuh sehat dan berkualitas. Prosesnya dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan kebun masing-masing.
Baca Juga : Tim FORDES MATAPPA Bonelemo Cepat Tanggap Padamkan Kebakaran Lahan
“Harapannya nanti bibit yang berhasil bisa dibagikan kepada masyarakat. Jadi pohon kopi yang sudah tua dan tidak menghasilkan bisa diganti dengan tanaman baru,” kata Hasrul.
Tujuannya sederhana, tetapi penting bagi keberlanjutan kebun kopi. Bibit yang berhasil dikembangkan nantinya akan dibagikan kepada masyarakat untuk digunakan dalam proses penggantian atau peremajaan (rejuvenasi) pohon kopi tua yang sudah tidak produktif lagi.
Bagi Hasrul dan petani lainnya, pembibitan menjadi langkah awal untuk menjaga agar kebun kopi tetap menghasilkan. Pohon-pohon yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat perlahan dapat diperbarui, sementara tanaman baru dipersiapkan untuk menggantikan peran pohon lama.
Baca Juga : Aspirasi Warga Ditindaklanjuti, MDA dan Dishub Luwu Pasang Imbauan Keselamatan di Tiga Desa
“Ini bukan hanya untuk sekarang. Kalau bibitnya berhasil, nanti masyarakat bisa punya tanaman baru dan kebun kopi tetap bisa produktif untuk ke depan,” ujar Hasrul.
Langkah tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi kopi secara lebih produktif. Dengan peremajaan tanaman, petani tidak hanya menjaga keberadaan kebun, tetapi juga berupaya meningkatkan produktivitas dan mempertahankan kopi sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat Desa Ulusalu.
Dari sebuah pembibitan di Dusun Ulusalu, harapan itu dimulai. Bibit-bibit kecil yang dirawat hari ini kelak akan tumbuh menjadi tanaman yang mengisi kembali kebun-kebun masyarakat. Bagi Hasrul, yang menjalani dua peran sebagai kepala dusun dan petani kopi, proses itu adalah cara sederhana untuk memastikan bahwa ketika pohon-pohon tua berhenti berproduksi, selalu ada tanaman baru yang siap melanjutkan kehidupan kebun kopi masyarakat Ulusalu. (*)
