Ingin Musda Golkar Luwu Utara Berlangsung Fair, Arjuna Diminta Mundur

0

REPUBLIKNEWS.CO.ID,MASAMBA — Kader Golkar Luwu menginginkan musyawarah Daerah (musda) berlangsung adil. Manufer Arifin Junaedi (Arjuna) jelang musda dinilai telah merusak tatanan partai, kader pun meminta Arjuna mundur sebagai ketua Plt Golkar Luwu Utara.

Hal itu kembali disuarakan oleh Kepala BSN Partai Golkar Luwu Utara, Haeruddin Kasim. Kata dia musda Golkar Luwu Utara harus berlangsung dengan adil tanpa dicederai dengan gerakan yang justru merusak tatan dan melabrak aturan partai.

“Sebenarnya tidak bagus bagi kader dipertontonkan perilaku Plt Ketua, yang tugas utamanya melaksanakan musda, malah melabrak aturan partai karena ambisi pribadi menjadi ketua defenitif,” kata Haeruddin. Senin (31/05/2021)

Dia mengungkapkan, jika Plt Ketua DPD II Golkar Luwu Utara Arifin Junaedi sudah sering melakukan hal yang dinilai tak etis, dan mengabaikan mekanisme internal partai Golkar.

” Arjuna mengeluarkan pernyataan tidak menginginkan intervensi DPD I soal musda Luwu Utara, itu pernyataan konyol.
Dia pengurus DPD I, jabatanx sebagai Plt Ketua itu penugasan dari DPD I. Kehadirannya di Golkar Lutra sesungguhnya sudah bentuk intervensi,” tegas Heruddin.

“Dengan jabatan Plt Ketua yang diberikan DPD I, Pak Arifin sudah leluasa mengutak atik pemilik suara musda, mengganti seluruh pincam yang dianggap tidak mendukung niatnya untuk maju di musda. Ini membuat internal kita jadi gaduh,” sambung pria yang akrap disapa Baso itu.

Dengan jabatan Plt Ketua itu lanjut Haeruddin, Arifin juga menyingkirkan pengurus DPD II yang dianggap tidak sejalan dengan membentuk Plt Pengurus yang tidak ada dasar aturannya.

” Itu bentuk intervensi yang sangat nyata, mengkondisikan musda untuk diri sendiri. Lalu dengan lantang melontarkan pernyataan di media meminta DPD I tidak mengintervesi musda. Itu kan lucu, dia tidak tahu diri kalau dia juga pengurus DPD I,” ungkap Haeruddin.

“Jadi kalau memang Pak Arifin mau melihat musda yang murni dan fair, beliau harus mundur dari jabatan Plt ketua. Silahkan bertarung hanya sebagai calon kalau anda memang petarung. Jangan jadi pemain sekaligus wasit, tidak baik untuk partai,” tutup Haruddin.

Sebelumnya, Plt Ketua DPD II Golkar Luwu Utara melontarkan pernytaan kepada sejumlah media, meminta DPD I Golkar Sulsel untuk tidak melakukan intervensi pelaksanaan musda Golkar Luwu Utara.

Sejauh ini DPD I Golkar Sulsel juga belum mengeluarkan jadwal pelaksanaan musda di Luwu Utara. Dari hasil penjaringan bakal calon Golkar Luwu Utara ada dua nama yang saat ini sudah diserahkan ke DPD I, yakni Arifin Junaedi dan Indah Putri Indriani. (*)

Tinggalkan Balasan