Inilah 9 Pertolongan Pertama Jika Tertusuk Benda Berkarat

0
Ilustrasi Paku Berkarat (Sumber : Internet).

REPUBLIKNEWS.CO.ID — Ketika tidak berhati-hati saat berjalan atau berada di suatu tempat, ada beberapa orang dimana mereka terkena kasus tertusuk benda berkarat, contohnya menginjak paku secara tidak sengaja. Kaki yang tertancap paku bisa menjadi hal yang mengejutkan sekaligus menjadi hal yang membuat panik, apalagi terkena tusukan paku berkarat. Ada kemungkinan luka menjadi infeksi dimana ini dapat membahayakan nyawa korban.

Dilansir dari hellosehat.com, berikut di bawah ini adalah sejumlah langkah pertolongan pertama jika tertusuk paku yang kiranya dapat membantu Anda menangani dengan benar.

1. Tetap Tenang

Panik dan cemas adalah dua hal yang sangat wajar ketika kita mengalami luka, apalagi tertusuk paku yang kita tidak tahu mungkin paku tersebut sudah karatan. Hanya saja, hal pertama yang harus dilakukan untuk menolong luka tertusuk paku adalah tetap tenang dan upayakan agar tidak terlalu merasa panik.

Saat darah yang keluar begitu banyak, memang kepanikan terjadi secara otomatis dan hal tersebut tak mudah untuk dikendalikan. Namun, kepanikan akan membuat diri sendiri menjadi mudah bertindak gegabah yang berakhir dengan kesalahan penanganan. Pikiran yang rileks dan tenang justru akan menolong Anda supaya mampu melakukan tindakan lebih tepat dan efisien untuk luka tersebut.

2. Membuat Pendarahan Berhenti

Saat tertusuk paku, jelas hal yang membuat Anda panik seketika adalah darah yang keluar bercucuran. Ketika paku kemudian dicabut, hal ini pun bisa membuat perdarahan makin mengalir banyak sehingga tak banyak yang kemudian menjadi takut dan tidak tenang saat harus mengatasi hal ini sendiri.
Perdarahan yang terjadi bisa Anda hentikan sesegera mungkin di mana ini bisa dilakukan dengan menekan luka perlahan-lahan. Pakailah kain yang bersih atau kalau bisa lebih dianjurkan untuk menggunakan kain kasa bersih. Untuk menghentikannya, tekanlah bagian yang terluka beberapa menit sampai Anda yakin bahwa darah sudah berhenti.

3. Mencuci Luka

Segera mencuci luka tusukan paku. Pastikan air yang digunakan untuk mencuci adalah air yang dijamin bersih. Cara mencucinya pun tidak boleh secara sembarangan karena ada cara yang lebih baik dan jauh lebih disarankan.

Bagian luka yang tertusuk paku sebaiknya dicuci memakai air bersih yang mengalir di mana hal ini dilakukan agar segala kotoran dapat dihilangkan atau dibersihkan secara lebih efektif. Proses membersihkan luka dengan cara mencuci memakai air mengalir ini akan meminimalisir bahaya infeksi yang berkemungkinan besar dapat dialami sebagai akibat dari tusukan paku.

4. Mengeringkan Dengan Handuk

Setelah dicuci menggunakan air mengalir yang bersih, Anda perlu untuk mengeringkannya lebih dulu sebelum beranjak pada langkah pengobatan. Proses pengeringan bisa dilakukan cukup dengan menggunakan handuk halus yang bersih. Tepuk-tepuk secara perlahan supaya tak terasa begitu sakit dan barulah Anda siap untuk mengobati luka tersebut.

5. Memberikan Antiseptik

Setelah darah berhenti, luka dibersihkan, dan bagian tersebut juga telah dikeringkan, Anda lanjutkan dengan mengobati luka. Supaya aman, Anda sebaiknya memberikan luka Anda obat antiseptik seperti alkohol dengan kadar 70 persen. Karena antiseptik merupakan bahan kimia yang sangat bagus untuk luka lecet maupun luka bakar, maka tak salah kalau Anda menggunakannya untuk luka tusukan paku.

Tugas dari antiseptik ini adalah sebagai pembunuh pertumbuhan mikroorganisme dan menghambat perkembangannya di jaringan hidup. Bisa juga dikatakan bahwa antiseptik adalah anti-bakteri di mana ini akan mencegah luka tusukan paku terkena infeksi. Itulah mengapa, selalu sedia akan obat antiseptik untuk berjaga-jaga.

6. Menggunakan Antibiotik

Selain dari obat antiseptik, Anda juga bisa mengandalkan obat antibiotik, baik itu yang berbentuk salep atau antibiotik. Oleskan obat ini langsung di area luka tusukan paku, atau bisa juga Anda memilih untuk minum obat antibiotik oral. Keduanya memiliki efek yang sama, yaitu mencegah infeksi yang risikonya cukup besar apalagi kalau terkena tusukan paku karatan.
Selain jenis obat antibiotik ini bisa diandalkan unuk penyakit ringan seperti timbulnya jerawat di wajah atau penyakit pernapasan seperti pneumonia, obat ini ampuh juga untuk luka tusukan paku. Karena obat ini sering sekali dipakai di kalangan masyarakat, maka efektivitasnya dalam menyembuhkan sudah tak perlu diragukan lagi.

7. Menutup Luka

Sesudah dibersihkan, dikeringkan, darah berhenti dan kemudian diobati, luka tusukan paku bisa ditutup menggunakan kain kasa atau perban. Hal ini sangat penting karena setelah dibersihkan dengan antiseptik dan diobati dengan antibiotik, tentunya kita berharap luka tak gampang terkena serangan bakteri. Untuk itulah, penutupan luka harus dilalukan.

Fungsi menutup luka adalah agar luka bisa terjaga kebersihannya sebab saat kita beraktivitas luka yang terbuka dapat terkena kotoran yang mengandung bakteri luar. Hanya saja, jangan lupa untuk melakukan penggantian perban secara rutin di mana paling tidak sekali dalam sehari saat perban sudah kotor atau misalnya kena basah.

8. Memerhatikan Luka

Langkah pertolongan pertama pada luka tusukan paku seperti memerhatikan adanya tanda-tanda infeksi atau tidak adalah hal yang sama pentingnya. Hati-hati apabila pada luka Anda menemukan warna kemerahan yang juga disertai dengan rasa nyeri yang sangat menyiksa. Pembengkakan dan munculnya nanah pun diduga menjadi gejala dari adanya infeksi.
Jangan abaikan dan segeralah menemui dokter karena Anda memerlukan perawatan lanjutan dari sekadar perawatan rumah. Inilah saat di mana Anda membutuhkan suntikan tetanus yang akan menolong Anda terhindar dari infeksi tetanus yang bisa mengancam jiwa. Apabila memang diperlukan, maka dokter akan memberikan suntikan tetanus tersebut pada Anda.

9. Mencegah Bahaya Tetanus

Setelah mengobati luka yang terkena tusukan paku, jangan lupa juga untuk mencegah tetanus. Untuk pencegahan tetanus, tentu Anda memerlukan bantuan dokter, maka segeralah menghubungi dokter paling dekat. Dalam mencegah tetanus, Anda harus rela disuntik, tapi kabar baiknya adalah suntikan tersebut mampu mencegah tetanus selama 8 hingga 10 tahun.

Tetanus sendiri diketahui sebagai kondisi kejang dengan sifat kaku otot alias spasme dan penyebab utamanya adalah racun bakteri Clostridium tetani. Bakteri tersebut mampu masuk serta menyerang bagian saraf tubuh lewat luka yang tak terjaga kebersihannya dan dalam kondisi kotor. Perlu juga diketahui bahwa suntikan tetanus biasanya akan berkhasiat ketika pemberiannya dilakukan 8 jam maksimal sesudah kejadian.

Untuk itulah, penting menjaga luka terbuka tetap bersih dengan menutupnya dan mengganti perban secara berkala. Ada pula kemungkinan akan pembersihkan luka di mana dokter akan mengiris jaringan tubuh pada area luka secara kecil. Tujuan pelaksanaan metode ini adalah untuk mencegah supaya kuman penyebab gejala tetanus tidaklah mampu berkembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here