0%
logo header
Kamis, 05 Maret 2026 11:14

Investor Baru di Pasar Modal Domestik Tumbuh Positif

Chaerani
Editor : Chaerani
Ilustrasi pasar saham. (Int)
Ilustrasi pasar saham. (Int)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Industri pasar saham nasional menunjukkan kinerja yang positif. Salah satunya dengan melihat kondisi pertumbuhan investor baru di pasar modal domestik.

Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi mengungkapkan bahwa dari sisi jumlah investor, per 25 Februari 2026 terjadi penambahan investor baru.

“Ada penambahan 1,8 juta investor baru di pasar modal domestik sepanjang tahun ini,” ungkapnya, dalam keterangannya, kemarin.

Baca Juga : Penguatan Sektor Layanan Kesehatan Hingga Penurunan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Gowa

Lanjutnya, dengan perkembangan tersebut, secara year to date (ytd) jumlah investor di pasar modal tumbuh 12,34 persen atau menjadi 22,88 juta.  

Tak hanya itu, di tengah dinamika pasar, industri pengelolaan investasi masih melanjutkan kinerja positif. Hal ini tercermin pada nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.115,71 triliun per 26 Februari 2026 atau meningkat 1,11 persen secara month to month (mtd) dan 7,0 persen secara ytd. Adapun Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana pada periode yang sama mencapai Rp726,26 triliun, tumbuh 3,55 persen mtd atau 7,54 persen ytd.

“Tren kinerja NAB yang solid tersebut didukung oleh investor Reksa Dana yang tetap aktif melakukan subscription, dengan net subscription sebesar Rp16,09 triliun mtd atau Rp43,12 triliun ytd,” katanya.

Baca Juga : Disertasi Doktoral Hendriansyah Temukan Orang yang Wakaf Cenderung Lebih Bahagia

Secara umum, hingga Februari 2026, tekanan di pasar saham domestik terpantau mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 8.235,49 di 27 Februari 2026. Kinerjanya, terkoreksi sebesar 1,13 persen secara mtd atau 4,76 secara ytd. Sehubungan dengan volatilitas pasar di awal Maret 2026 yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.

“Dalam hal ini, OJK terus memantau pergerakan pasar serta berkoordinasi dengan SRO dalam mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan,” tegas Hasan.

Rerata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp25,62 triliun . Dengan demikian, RNTH bulanan konsisten berada di atas angka Rp20 triliun sejak Agustus 2025.

Baca Juga : OJK Libatkan TP PKK Perkuat Literasi Keuangan Bagi Perempuan

Proporsi transaksi investor ritel domestik pada bulan tersebut tercatat sebesar 53 persen. Sementara dari sisi investor asing, tercatat net buy sebesar Rp0,36 triliun, berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646