0%
logo header
Senin, 15 April 2019 17:31

Irman Yasin Limpo Masuk Dalam Daftar 14 Calon Penjabat Wali Kota Makassar

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Penjabat Sekda Sulawesi Selatan, Ashari F. Radjamilo mengumumkan nama-nama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan mengikuti seleksi Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar. Ada 14 nama yang mendaftarkan diri untuk ikut proses seleksi tersebut.

Hal itu disampaikan di akhir acara Coffee Morning bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) dalam bentuk pengarahan Gubernur di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (15/04) pagi yang dihadiri pejabat eselon 2 dan 3 Pemprov Sulsel.

Mereka yang mendaftar adalah Imran Jausi (Kepala BPSDM Sulsel), Asri Sahrun (Staf BKD Sulsel), Hasan Basri Ambarala (Kepala Biro Pemerintahan Sulsel), Ahmadi Akil (Kepala Dinas Perindustrian), Ruslan Abu (mantan Asisten Administrasi Pemprov), AM Yamin (Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP).

Baca Juga : Dongkrak Akses Pertanian dan Wisata, Tiga Ruas Jalan di Tinggimoncong Akan Diaspal

Selanjutnya, Iqbal Suhaeb (Kepala Balikbangda), Fitriani (Kepala Dinas Pertanian Sulsel), Sukarniaty Kondolele (Kepala Disdukcapil), Denny Irawan (Plt Bapenda), Andi Bakti Haruni (Kepala Dinas PKPP Sulsel), Zulkaf Latif (Kepala Dinas Kelautan), Ilham Gazaling (Kepala Dinsos Sulsel), Irman Yasin Limpo (Kepala Disdik Sulsel).

Gubernur sendiri belum menentukan satu nama sebagai Pj Walikota Makassar. Untuk menentukan nama calon Pj Wali Kota Makassar yang akan diusulkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dilaksanakan seleksi.

“Menjelang pemilihan bupati dan wali kota, banyak yang akan menjadi Pj (Penjabat),” kata Nurdin Abdullah.

Baca Juga : Kolaborasi PLN UIP Sulawesi dan PT ITL Rampungkan Lahan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan di Likupang

Diketahui, Wali Kota Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto – Syamsu Rizal akan berakhir 8 Mei mendatang. Penjabat Wali Kota akan bertugas hingga 20 bulan.

Berbagai persoalan menanti Pj Wali Kota di Makassar misalnya, jalan macet, parkir dan akses pejalan kaki.

“Tentu kita dukung Pj yang berani, yang tegas, tidak butuh popularitas,” sebutnya.

Baca Juga : Turun Langsung Lakukan Pengawasan APBD, Edward Horas Pastikan Data Sesuai Kondisi Riil

Untuk itu seleksi ketat akan dilakukan. Terutama untuk mereka yang punya konsep dan visi ke depan membawa makassar lebih baik.

“Makanya ingin betul-betul kita seleksi yang memang punya konsep. Terus terang, tanggung jawab dari beberapa target yang belum selesai harus kita selesaikan. Misalnya, soal Pasar Sentral,” ujarnya.

Menjadi Penjabat (Pj), NA sebutkan harus menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Memperbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki, bukan justru membuat ribut.

Baca Juga : Lewat Forum Komunikasi Publik, Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Layanan Serta Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah

“Tanggung jawab sebagai Pj besar,” pungkasnya.

Selanjutnya, Senin siang di Ruang Pola, Gubernur NA akan mendengarkan pemaparan visi-misi mereka tentang rencana dan apa yang akan mereka kerjakan untuk Kota Makassar. (rls)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646