0%
logo header
Senin, 10 Juni 2024 10:47

Jadi Sentra Produksi, Adnan Nilai Gowa Bisa Jadi Rujukan Harga Komoditas

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Keberadaan Kabupaten Gowa yang saat ini menjadi salah satu daerah sentra produksi dan pemasok utama komoditas pangan di Kota Makassar seharusnya bisa juga menjadi daerah dengan rujukan harga komoditas.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan pun mengusulkan agar Kabupaten Gowa dijadikan rujukan harga berlaku untuk komoditas pangan, diluar Kota Makassar.

“Kami mengusulkan agar Gowa juga dijadikan rujukan harga berlaku, bukan hanya ikut terus di Makassar. Kami yakin dan percaya jika Gowa juga dijadikan rujukan harganya bisa lebih murah, karena kita yang jadi pemasok dan suplai ke Makassar selama ini. Kita adalah sentra produksi, tidak mungkin kita yang sentra produksi harganya lebih tinggi,” kata Adnan, dalam keterangannya, Senin, (10/06/2024).

Baca Juga : Kunjungi Bawaslu Makassar, Herwyn Tegaskan Jajaran Telah Siap Sambut Pilkada 2024

Sebelumnya, Adnan menilai perlu adanya daftar stok komoditas pangan dari setiap kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Tujuannya agar menjadi rujukan untuk mengetahui ketersedian stok pangan pada masing-masing daerah.

Menurut Adnan, daftar stok komoditas pangan ini sebaiknya dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan adanya daftar tersebut, masing-masing pemerintah daerah bisa mengetahui mana daerah yang memiliki stok komoditas pangan yang lebih atau sebaliknya. Hal ini pun akan membantu pemerintah daerah melakukan upaya pengendalian inflasi, sebab lewat daftar stok komoditas pangan yang ada kelangkaan stok dapat diatasi.

“Karena daerah yang kekurangan stok atau mengalami kelangkaan komoditas bisa bekerjasama dengan daerah yang memiliki stok berlebihan, sehingga tidak terjadi lagi yang namanya kekurangan stok sebagai penyebab inflasi,” katanya saat menghadiri High Level Meeting Pengendalian Inflasi Jelang Hari Raya Idul Adha Provinsi Sulawesi Selatan, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Makassar.

Baca Juga : Penguatan Pemberitaan dalam Pengawasan Pilkada Serentak 2024, Bawaslu Sulsel Bangun Sinergitas dengan Media

Ia mencontohkan, Pemerintah Kabupaten Gowa dalam penanganannya mengendalikan inflasi adalah dengan melakukan kerjasama antar daerah untuk pemenuhan stok pangan yang langkah. Kerjasama ini dilakukan setelah sebelumnya melakukan identifikasi stok komoditas yang ada di masing-masing daerah.

“Kami pernah mengalami kekurangan stok bawang dan cabai, makanya kita lakukan kerjasama antar daerah dengan Enrekang yang berlebih komoditasnya. Dimana, kita beli produksinya, kita siapkan kendaraannya dan menyiapkan cool storage. Ini kita lakukan dengan inisitaif sendiri, tapi jika ada data dari provinsi maka akan lebih mudah lagi bagi kita di daerah, dan bisa dilakukan perencanaan yang jelas,” jelasnya.

Sementara, Pj Gubernur Sulsel, Prof Zudan Arif Fakrulloh mengimbau agar seluruh bupati dan walikota mampu melakukan langkah konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Misalnya, dengan turun langsung ke pasar, serta memberikan subsidi harga.

Baca Juga : Toyota Expo by Kalla di TSM Makassar, Pengunjung Bisa Nikmati Penawaran Terbaik

“Inflasi ini berdampak langsung kepada masyarakat, jadi tolong setelah ini TPID mulai minggu depan langkah konkretnya untuk turun ke pasar juga subsidi harga pasar seperti lakukan pasar murah. Jika ini kita lakukan tiap minggu inflasi Sulsel mampu terkendali dan bisa melihat posisi nasional kita dimana dibandingkan dengan provinsi lain,” terangnya singkat.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646