Jelang Putusan MA, ini Imbauan Plt Wali Kota Makassar

0

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, meminta kepada seluruh masyarakat Makassar terutama yang sedang melaksanakan ibadah umroh ditanah suci Mekkah untuk mendoakan kota Makassar tetap aman menjelang putusan Mahkamah Agung (MA) terkait kasasi KPU kota Makassar tentang Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar tahun 2018.

“Saya minta seluruh masyarakat untuk berdoa bersama, dan juga bagi warga Makassar yang sedang beribadah umroh agar mendoakan Makassar tetap aman dan terhindar dari marabahaya jelang putusan MA,” minta politisi Golkar Sulsel ini.

Ia juga menghimbau kepada seluruh pendukung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar agar bisa menerima apapun putusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung nantinya.

“Putusan yang akan dikeluarkan MA pastinya melalui proses dan pertimbangan hukum dari orang-orang yang ahli, kompeten dan memiliki otoritas. Sehingga apapun putusan yang dikeluarkan MA berarti itulah yang terbaik buat kota Makassar,” kata Deng Ical sapaan akrab Plt Wali Kota Makassar, Minggu (22/04/2018).

Deng Ical juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali untuk mengambil bagian dalam menciptakan Makassar yang aman dan nyaman.

“Pengamanan bukan hanya tugas TNI, POLRI dan pemerintah. Tapi juga tugas dan tanggungjawab seluruh masyarakat, termasuk seluruh perangkat lainnya seperti LPM, BKM, RW RT, para PPKBD dan Sub PPKBD, auditor sosial dan para kader pos yandu dan seluruh unsur tokoh masyarakat lainnya,” katanya.

“Jangan mau terprovokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab atau memiliki maksud dan tujuan tertentu untuk membuat keadaan kota Makassar menjadi tidak kondusif,” tambahnya.

Menurutnya, hal tersebut bisa dihindari apabila kita semua kompak dan bekerjasama dalam membantu TNI dan Polri untuk menciptakan suasana kota Makassar tetap kondusif.

Deng Ical juga telah meminta kepada Pj Sekkot Makassar untuk menegur dan memproses ASN yang berani memperlihatkan tindakan tidak netral kepada salah satu calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.

“Jika ada ASN yang terang-terangan berani mendukung ataupun mengacungkan jari simbol salah satu calon tertentu maka ia tak segan-segan akan memberikan sanksi sesuai PP nomor 53 tahun 2010,” tegasnya.

Dia juga mempersilahkan kepada tim paslon salah satu kandidat untuk menempuh jalur hukum jika ada ASN tidak netral melalui Panwaslu atau Gakumdu.

“Jika ada paslon merasa dirugikan, maka ia mempersilahkan untuk melaporkan ke Panwas dan Gakumdu. Jika rekomendasi dari panwas sudah keluar pihaknya akan langsung memperoses sesuai aturan,” tutupnya.