0%
logo header
Jumat, 23 Februari 2024 03:03

Jokowi Apresiasi MNP, Sebut Pelabuhan Logistik Terbesar Kedua dan Terefisien

Rizal
Editor : Rizal
Presiden Joko Widodo saat meresmikan proyek Makassar New Port (MNP) di Jalan Sultan Abdullah Raya, Makassar, Kamis (22/2/2024). (Foto: Istimewa)
Presiden Joko Widodo saat meresmikan proyek Makassar New Port (MNP) di Jalan Sultan Abdullah Raya, Makassar, Kamis (22/2/2024). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Presiden Joko Widodo telah meresmikan proyek Makassar New Port (MNP), Jalan Sultan Abdullah Raya, Makassar, Kamis (22/2/2024).

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan bahwa MNP ini ialah yang terbesar setelah Tanjung Priuk. Dengan kedalaman 16 meter maka pelabuhan ini juga termasuk pelabuhan terdalam yang sangat baik untuk bersandarnya kapal-kapal besar pengangkut kontainer.

Lalu, lanjut orang nomor satu di Indonesia itu bahwa efisiensi yang berkaitan dengan waktu akan lebih hemat.

Baca Juga : Libatkan Sejumlah Pihak, KPPU Cari Solusi Terkait Kenaikan Harga Bawang Putih

“Dahulu barang-barang yang datang dari kapal dan diangkut bisa mencapai 5, 6, atau 7 hari. Itu tidak efisien. Sekarang rata-rata sudah di bawah 3 hari. Ini sangat bagus sekali,” kata Jokowi pada sela-sela acara peresmian.

Itu berarti, jelas dia, pelabuhan di Makassar sudah tidak kalah dengan pelabuhan besar lainnya. Inilah, sebut dia, kekuatan dan potensi yang terus akan diperbaiki sehingga daya saing Indonesia menjadi lebih baik dari negara lain.

Ia mencatat kapasitas pelabuhan yang lama ialah 750 ribu teus per tahun sementara MNP mencapai 2,5 juta teus per tahun.

Baca Juga : KJPP Minta Pemilihan Komisoner KPID Sulsel Diulang

“Ini lompatan yang tinggi sekali,” bangganya. Pun dengan angka investasi yang ditanamkan mencapai Rp5,4 triliun.

Selanjutnya, pihaknya akan terus memantau bagaimana progres perkembangan pelabuhan yang akan menjadi pelabuhan besar di Indonesia timur itu.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan sejarah panjang Makassar sangat ditentukan oleh pelabuhan.

Baca Juga : RPJPD Gowa 2025-2045 Disusun Menuju Indonesia Emas dan Keberlanjutan Pembangunan

Bagaimana peran Makassar pada abad ke-15 dan 16 itu, tekannya, disebabkan karena pelabuhannya. Yang mana menjadi hub tiga tempat besar di Asia. Dan menjadi 10 terkemuka di dunia abad 16.

Hari ini, kata Danny sapaan akrabnya, MNP baru memiliki kapasitas yang hampir empat kali lipat dari sebelumnya bahkan secara ultimate akan menyentuh 4,5 juta teus.

“Itu berarti peran-peran Makassar insyaallah akan menjadi pemain global yang mana semua komoditi langsung direct call ke negara-negara konsumen,” kata Danny usai acara.

Baca Juga : KJPP Desak DPRD Sulsel Suarakan Penolakan RUU Penyiaran

“Saya kira hadirnya tiga PSN ini mulai dari IPAL, MNP dan Tol MNP ialah sebuah loncatan ekonomi bagi Makassar. Saya percaya sekali ekonomi Indonesia, Sulsel dan Makassar akan naik signifikan,” yakinnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646