0%
logo header
Sabtu, 02 Mei 2026 14:22

Kado Hardiknas untuk Warga Makassar, Munafri Tambah Insentif Guru hingga Fasilitas untuk Siswa

Rizal
Editor : Rizal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Istimewa)
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Makassar untuk menegaskan arah pembangunan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional, serta memperkuat dedikasi seluruh elemen dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

“Hardiknas adalah momentum penting untuk refleksi, meneguhkan komitmen, dan menghidupkan kembali spirit pendidikan nasional,” ujar Munafri, pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga : Lewat SMP dan SMK3, PLN UIP Sulawesi Perkuat Standar Keamanan dan Keselamatan Pekerja

“Tentu kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan dedikasi dalam membangun karakter dan kualitas SDM, guna mewujudkan pendidikan bermutu yang inklusif bagi seluruh warga Kota Makassar,” tambah Appi.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, semangat menghadirkan pendidikan untuk semua tidak hanya diwujudkan dalam seremoni, tetapi melalui langkah nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Sebagai kado istimewa bagi warga Makassar, Pemerintah Kota menghadirkan serangkaian program strategis yang dirancang untuk memperkuat akses dan kualitas pendidikan.

Baca Juga : Konsistensi Pegawai PLN UIP Sulawesi Terapkan Budaya Kerja Rendah Emisi

Mulai dari penambahan alokasi anggaran pendidikan guna menjawab berbagai kebutuhan dasar hingga peningkatan insentif bagi tenaga pendidik, khususnya guru yang bertugas di wilayah kepulauan, yang selama ini menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas.

Tak hanya itu, komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif juga diwujudkan melalui pengukuhan relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS).

Momentum Hardiknas 2026 ini juga ditandai dengan peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2026, sebagai upaya menghadirkan sistem penerimaan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Baca Juga : OJK: Keamanan Siber di Industri Keuangan Digital Perlu Diperkuat

Dengan rangkaian kebijakan dan program tersebut, Munafri menegaskan komitmennya bahwa pendidikan bukan sekadar sektor pembangunan, melainkan fondasi utama dalam menciptakan masa depan kota yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan sosial.

“Lewat Hardiknas 2026, momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen kami dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan,” jelas politisi Golkar itu.

Ia menekankan bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh pihak.

Baca Juga : Semangat Kartini Mengalir dalam Aksi Nyata Srikandi PLN UID Sulselrabar

Menurutnya, seluruh elemen infrastruktur pendidikan kini menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Makassar, mengingat peran strategis pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pendidikan bagi warga semua, adalah cita-cita besar kita. Kita ingin menempatkan Kota Makassar sebagai salah satu daerah dengan kualitas pendidikan terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mengapresiasi kinerja Dinas Pendidikan Kota Makassar yang terus berupaya meningkatkan berbagai aspek pendidikan.

Baca Juga : Semangat Kartini Mengalir dalam Aksi Nyata Srikandi PLN UID Sulselrabar

Momentum Hardiknas tahun ini turut diisi dengan pengukuhan relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah, yang diharapkan menjadi gerakan kolektif dalam menekan angka ATS secara signifikan.

“Saya berharap tahun depan, pada momentum yang sama, angka anak tidak sekolah ini sudah turun secara signifikan. Ini penting agar kerja-kerja kita bisa terukur dengan baik,” harap Appi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan memperkuat fokus anggaran pada sektor pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga : Semangat Kartini Mengalir dalam Aksi Nyata Srikandi PLN UID Sulselrabar

Dia menilai, alokasi anggaran harus diarahkan pada program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan pada kegiatan yang tidak memberikan manfaat nyata.

“Kita akan bedah struktur anggaran bersama, anggaran akan kita arahkan untuk mendukung sektor pendidikan agar lebih besar dan lebih tepat sasaran,” terangnya.

Sebagai bentuk keberpihakan terhadap tenaga pendidik, Pemkot Makassar juga telah memberikan insentif khusus bagi guru yang bertugas di wilayah kepulauan.

Baca Juga : Semangat Kartini Mengalir dalam Aksi Nyata Srikandi PLN UID Sulselrabar

Kebijakan ini diharapkan menjadi stimulus untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di daerah yang memiliki keterbatasan akses.

“Guru-guru di pulau kita berikan insentif lebih sebagai bentuk perhatian. Ke depan, kita harapkan nilainya terus meningkat agar mereka mampu memberikan pengabdian terbaik,” tuturnya.

Selain itu, program revitalisasi sekolah unggulan juga menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Munafri bahkan menyampaikan visinya agar Makassar menjadi rujukan nasional dalam bidang pendidikan.

Baca Juga : Semangat Kartini Mengalir dalam Aksi Nyata Srikandi PLN UID Sulselrabar

“Saya ingin suatu saat ketika orang bertanya di mana pendidikan terbaik di Indonesia, jawabannya adalah Kota Makassar,” imbuhnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa cita-cita tersebut harus dibarengi dengan pembenahan infrastruktur pendidikan secara nyata. Kondisi fisik sekolah, kesejahteraan guru, hingga fasilitas penunjang pembelajaran menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan.

Munafri juga menekankan pentingnya penguatan kurikulum pendidikan dasar, khususnya dalam aspek pendidikan karakter, akhlak, serta muatan budaya lokal.

Baca Juga : Semangat Kartini Mengalir dalam Aksi Nyata Srikandi PLN UID Sulselrabar

Menurutnya, di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, nilai-nilai budaya dan moral harus tetap menjadi fondasi utama bagi generasi muda.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan gawai pada anak-anak. Menurutnya, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak pada kemampuan interaksi sosial serta perkembangan karakter anak.

“Ini penting karena dampaknya sudah terlihat, baik dalam jangka pendek maupun menengah,” ujarnya.

Baca Juga : Semangat Kartini Mengalir dalam Aksi Nyata Srikandi PLN UID Sulselrabar

Menutup sambutannya, Munafri kembali menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Orang nomor satu Kota Makassar itu mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi demi menghadirkan pendidikan yang lebih baik di Kota Makassar.

“Mari kita bersama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Pendidikan hebat hanya bisa terwujud dengan kolaborasi semua pihak. Kita harus bekerja dengan hati, bersinergi dengan data, dan bergerak dengan inovasi,” tutupnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646