REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Reformasi pasar modal nasional berhasil masuk dalam kategori Emerging Markets atau bertransisi menuju status maju. Hal ini sesuai dengan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) 2026 Market Classification Review yang dirilis pada 24 Juni 2026.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam capaian inipun menyambut positif pengumuman yang mempertahankan status Indonesia dalam kategori tersebut.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, keputusan ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi nasional, stabilitas sektor jasa keuangan, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.
Baca Juga : 188 Anak Duafa di Buton Tengah Ikut Layanan Sunat Gratis LAZ Hadji Kalla
“Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.
Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus ditindaklanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan.
Ia menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang sangat berharga dari Pemerintah, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, SRO, pelaku industri, investor, serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi dan dukungan yang kuat dalam mendorong agenda reformasi pasar modal Indonesia.
Baca Juga : Bupati Gowa Sebut Penanganan Kemiskinan Sasar Disabilitas dan Anak Yatim
“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama yang mencerminkan komitmen kolektif untuk membangun pasar modal yang semakin transparan, berintegritas, dan berdaya saing global,” kata Friderica.
Sementara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menjelaskan, pada 19 Juni 2026, MSCI telah merilis laporan Global Market Accessibility Review 2026. Hasil evaluasi tersebut menempatkan market accessibility Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara Emerging Markets di kawasan Asia-Pasifik.
Hasil penilaian tersebut sekaligus menunjukkan pengakuan lembaga penyedia indeks global terhadap agenda reformasi pasar modal Indonesia yang dijalankan oleh OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO), dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, sejak awal tahun 2026.
Baca Juga : Kaji Hasil Pemeriksaan Saksi, Pansus Hak Angket DPRD Gowa Akan Hadirkan 3 Saksi Ahli
“Pengakuan terhadap capaian reformasi pasar modal ini tentu kita sambut positif. MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang kita jalankan berada pada arah yang tepat,” terangnya.
Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang terjaga baik. Olehnya, pengakuan terhadap agenda-agenda reformasi menjadi modal penting bagi pasar modal domestik untuk terus tumbuh dengan fondasi transparansi, integritas, dan tata kelola yang semakin kuat.
“Tentu kami melihat masih terdapat ruang perbaikan dan berbagai masukan yang perlu dicermati secara konstruktif. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat engagement dengan global index providers, investor global, serta seluruh stakeholders terkait guna semakin meningkatkan kredibilitas, integritas, dan investability pasar modal Indonesia ke depan,” kata Hasan.
