Kamsina Minta Percepat Penyerapan Pendapatan dan Belanja Daerah Pemkab Gowa

  • Bagikan
Penjabat Sekretaris Kabupaten Gowa, Kamsina. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa diharapkan dapat memaksimalkan percepatan penyerapan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk Tahun Anggaran 2021.

“Bapak Bupati Gowa telah mengingatkan kita agar daya serap anggaran bisa lebih cepat dari tahun sebelumnya, sehingga pencarian tidak lagi menumpuk nanti di Desember 2021 ini,” Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsina, Sabtu (24/04/2021).

Olehnya, dirinya meminta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), baik penggunaan anggaran maupun pengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) melakukan perencanaan yang baik untuk mempercepat serapan anggaran.

Apalagi katanya, sejak 2020 lalu Kabupaten Gowa merupakan kabupaten dengan serapan anggaran tertinggi di Indonesia, yaitu berada di posisi ke-4 nasional. Olehnya, ia berharap pada triwulan kedua ini realisasi pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Gowa bisa di atas 50 persen.

“Saya meminta SKPD agar menggerakkan kegiatan-kegiatan yang bisa dinikmati masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Jadi saya sampaikan seluruh SKPD untuk merencanakan apa yang harus dilakukan untuk merealisasikan anggaran-anggaran yang ada di SKPD masing-masing,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Gowa Ismail Masjid mengatakan, di triwulan pertama ini, PAD Kabupaten Gowa masih sekitar 19,18 persen. Hal ini karena penerimaan yang bersumber dari bagi hasil dan lain-lain yang sah masih rendah.

Walaupun demikian, dari sektor penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah, dirinya menyebutkan sudah memenuhi persyaratan pengukuran kinerja dan dikelola sesuai dengan perencanaan pada triwulan pertama sebesar 25 persen.

“Secara totalitas kita mencapai penerimaan PAD lebih khusus pada retribusi dan pajak daerah kita masing-masing pada posisi 25 persen. Tetapi sekian penerimaan pajak daerah itu ada beberapa sektor yang masih dianggap perlu untuk ditingkatkan,” ungkapnya.

Olehnya itu, dirinya juga mendorong SKPD pengelola PAD untuk lebih giat melakukan penagihan dan pengelolahan pajak dan retribusi agar semua jenis penerimaan baik dari segi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah masing-masing mencapai sesuai dengan perencanaan.

Hal senada juga dikatakan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Gowa Karim Dania. Ia mengatakan, realisasi anggaran Pemerintah Kabupaten Gowa di triwulan pertama ini masih sekitar 19 persen.

“Secara umum pada prinsipnya dari segi keuangan dari segi BPKD itu sudah jalan sesuai dengan aturan yang ada. Tetapi dengan kondisi-kondisi semua hal baru termasuk dalam penerapan SIPD terpusat semua di pemerintah pusat maka dibutuhkan penyesuaian-penyesuain termasuk didalamnya proses pencarian, pelaporan dan sekarang kita ini dimonitor langsung oleh Kemendagri,” jelasnya.

Namun yang tidak kalah pentingnya kata dia adalah kasiapan anggaran, baik dana transfer dari pusat, dana bagi hasil dari pemerintah provinsi maupun dari penerimaan daerah Kabupaten Gowa.

“Kita tidak bisa melihat dari segi belanjanya, tapi kita juga harus lihat dari segi pendapatannya. Karena kalau kita mau belanja baru tidak ada pendapatan percuma dan tidak bisa juga,” tegasnya. (Rhany)

  • Bagikan