0%
logo header
Minggu, 21 Januari 2024 10:05

Kapal Dnex Pacific Link Sudah di Perairan Makassar, Selanjutnya Menuju Titik Kerusakan Kabel Optik Ruas Merauke-Timika

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Posisi Terakhir Kapal Perbaikan Kabel Optik Dnex Pacific Link. (Foto: dok Telkom)
Posisi Terakhir Kapal Perbaikan Kabel Optik Dnex Pacific Link. (Foto: dok Telkom)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE — PT Telekomunikasi (Telkom) Indonesia Wilayah Papua melalui Kantor Daerah Merauke merilis keberadaan atau posisi terakhir kapal perbaikan kabel optik yang bernama DNEX PASIFIC LINK telah memasuki perairan Makassar Sulawesi Selatan.

Kapal perbaikan kabel optik satu-satunya di Indonesia ini, akan langsung berlayar ke titik kerusakan kabel optik ruas Merauke-Timika, setelah tiba di Makassar.

Demikian penjelasan Kepala Kantor Daerah Telkom (Kakandatel) Merauke, Justino Fernandes kepada wartawan di Kafe RKD Merauke, Sabtu (20/1/2024).

Baca Juga : Nicolaus Kondomo Maju di Pilgub Papua Selatan 2024, Dukungan Masyarakat Terus Mengalir

Kakandatel Merauke, Justino Fernandes menjelaskan, kapal DNEX PACIFIC LINK akan mengangkut beberapa teknisi dan logistik untuk melakukan perbaikan kabel optik, selanjutnya menuju ke area kerusakan kabel optik di 138 km ruas Merauke-Timika dengan kedalaman 42m (segmen laut).

“Terakhir, tadi malam saya lihat di layar data, posisi terakhir sudah mendekati Makassar. Di sana juga perlu logistik, ada juga teknisi yang naik. Di manifestnya, tidak boleh ada yang turun di jalan. Itu regulasi pelayaran,” kata Justino Fernandes.

“Jadi dia sampai di sini juga tidak boleh ada penambahan. Kalau ada kru yang mau naik musti naik di Makassar. Nanti izin-izinnya lewat kapal-kapal yang mau ke sini. Kemarin izinnya dipercepat, nanti yang lain menyusul tapi kapal itu segera ada di lokasi,” sambungnya.

Baca Juga : SDN 1 Merauke Dipalang, 524 Siswa Tak Bisa Sekolah

Ia menyebutkan, kapal akan mendeteksi pemicu atau penyebab kerusakan kabel, kemudian proses perbaikan kabel optik di bawah laut juga disampaikan ke masyarakat secara transparan.

“Apa yang menyebabkan kabel itu putus termasuk proses perbaikannya akan disampaikan secara terbuka. Hanya memang di kapal itu ada otoritasnya tersendiri. Media yang akan ikut kapal harus pakai kartu pengenal dan seragam. Ada untuk melihat proses perbaikan. Jadi regulasinya agak ketat,” imbuhnya.

“Jadi kapal ini sebenarnya didesain khusus untuk penarikan dan perbaikan. Jadi seperti pabrik berjalan. Bahan baku perbaikan semuanya ada di dalam. Kapal ini tidak cepat dan dia yang harus memperbaiki, satu-satunya ada di Indonesia.”

Baca Juga : Kakek Tua Ditemukan Tewas Telungkup di Dalam Rumahnya di Kompleks Pasar Baru Merauke

“Di dalam kapal, robot yang akan mencari dan menarik kabel. Kemudian dicek berapa luka atau putusnya berapa kali, lalu dipotong ulang dan sambung dengan kabel baru. Kalau di kedalaman rendah bisa pakai penyelam. Tapi kalau ini tidak bisa harus kapal itu yang perbaiki.

Guna mengantisipasi lamanya proses perbaikan, menurut Justinus, Telkom menambah backup link penguatan kapasitas jaringan internet sebesar 800 MB dan disebarkan ke titik-titik tertentu di Merauke yang bisa diakses oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan pemerintah daerah bisa mendorong proses perizinan kemaritiman terkait ruang penempatan bawah laut untuk kita bangun kabel backup kedepan, guna mengantisipasi kerusakan susulan kabel optik,” pungkasnya. (*)

Penulis : Hendrik Resi
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646