0%
logo header
Senin, 21 Juli 2025 14:10

Kebutuhan Konsumtif Dominasi Penyaluran Kredit Perbankan di Sulampua

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin. (Dok. OJK Sulselbar)
Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kebutuhan konsumtif masyarakat di wilayah Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua) mendominasi permintaan kredit di perbankan. Hal tersebut tercermin pada kinerja penyaluran kredit konsumtif yang hingga Mei 2025 mencapai Rp224,16 triliun.

“Dominasi penyaluran kredit kita di wilayah Sulampua yaitu untuk kebutuhan konsumtif dengan share 51,65 persen dari total kredit yang ada,” sebut Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.

Sementara, pada periode yang sama secara total penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 5,02 persen secara year on year (yoy) dengan nilai mencapai Rp434,77
triliun dari Rp414,00 triliun di tahun sebelumnya.

Baca Juga : Lewat Duta LIK, OJK Sulselbar Libatkan Anak Muda Ajak Masyarakat Cerdas Kelola Keuangan

“Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan dengan DPK pada Mei 2025 mencerminkan optimisme sektor perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Sulampua,” tegasnya.

Lanjutnya, kondisi sektor perbankan di wilayah Sulampua tetap proaktif dalam menjalankan fungsi intermediasi sebagaimana terlihat dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Sulampua yang mencapai 127,33 persen, didukung rasio non performing loan (NPL) yang terjaga yaitu sebesar 2,65 persen.

“Periode Mei 2024 fungsi intermediasi perbankan juga tetap terjaga dengan kondisi LDR 123,30 persen yang didukung rasio NPL sebesar 2,79 persen,” ujarnya.

Baca Juga : MUSDALUB DPD SP PLN UIP Sulawesi Perkuat Regenerasi dan Soliditas Serikat Pekerja

Sebelumnya, kinerja industri jasa keuangan pada sektor perbankan, khususnya di wilayah Sulampua yang tetap terjaga stabil juga terlihat dalam capaian aset perbankan maupun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan pertumbuhan positif.

Pada posisi Mei 2025, aset perbankan di wilayah tersebut berhasil tumbuh sebesar 4,49 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Dari pertumbuhan tersebut total aset perbankan Sulampua mencapai Rp547,00 triliun.

“Untuk tahun sebelumnya di periode yang sama aset perbankan kita, khususnya di Sulampua hanya Rp523,47 triliun atau tumbuh 7,07 persen secara tahunan,” ungkap Muchlasin.

Baca Juga : Kepala OJK Sulselbar: FIN Expo 2026 Diharap Tekan Gap Literasi dan Inklusi Keuangan di Sulsel

Sementara, pada penghimpunan DPK di Sulampua tercatat telah mencapai Rp341,44 triliun atau tumbuh sebesar 2,52 persen. Dimana di periode yang sama tahun sebelumnya hanya mencapai Rp333,05 triliun.

“Meskipun tumbuh, kami melihat bahwa pertumbuhan DPK di Sulampua mengalami perlambatan secara umum. Hal ini disebabkan oleh penurunan signifikan pada komponen giro,” terangnya.

Meskipun demikian, DPK perbankan di Sulampua masih mencatatkan angka positif yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan dinilai masih tetap terjaga. Adapun dari sisi komposisi, portofolio DPK masih didominasi oleh tabungan
dengan share 58,48 persen.

Baca Juga : 36 Sekolah Sepak Bola di Enam Provinsi Berlaga di Superco Superfest Makassar

“Kondisi ini mencerminkan preferensi masyarakat untuk menyimpan dana dalam bentuk yang lebih likuid,” katanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646