0%
logo header
Sabtu, 27 Januari 2018 13:41

Ketua LMPI: Lurah Pampang Ciderai Mekanisme Pemerintahan

Ketua LMPI: Lurah Pampang Ciderai Mekanisme Pemerintahan

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Ketua Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Sulawesi Selatan, Andi Nur Alim mengecam tindakan Lurah Pampang, Kecamatan Panakkukang yang memecat stafnya, Sri Endang Harjunayati hanya karena persoalan sepeleh.

“Pemecatan itu sangat tidak manusiawi. Hanya karena persoalan foto saja langsung dipecat,” tegas Andi Nur Alim.

Menurutnya, keputusan yang diambil Lurah Pampang, sangat berlebihan dan tidak substantif.

Baca Juga : Tak Terima Disoroti, Seorang Pemuda Disandera Oknum Penambang Ilegal di Bulukumba

Jangan hanya karena Endang adalah anggota PPDP kemudian berfoto dengan Munafri Arifuddin tiba-tiba langsung dipecat begitu saja.

“Mestinya hukuman yang diberikan sesuai dengan aturan dalam PPDP. Kalau dianggap parah dipecat sebagai PPDP bukan sebagai staf,” ujarnya.

Intinya menurut Ketua LMPI ini, pemberhentian secara sepihak sangat berlebihan dan mencederai mekanisme Pemerintahan yang berlaku.

Baca Juga : Relawan PACU : Ayo Kawal Kemenangan Rakyat Makassar

Tak hanya itu, Nur Alim menambahkan, Aty panggilan akrab Sri Endang Harjunayati bersama Appi hanya kebetulan karena keduanya bertemu di acara Khitanan anaknya di Jl. Andi Djemma beberapa waktu lalu.

“Kehadiran mereka berdua adalah atas undangan Saya. Berarti mereka adalah tamu saya. Endang bukan datang ke acara Appi-Cicu, tapi acaranya keluarga Andi Nur Alim,” tegasnya.

Apalagi dengan foto tersebut yang beredar di media sosial, Aty sudah diklarifikasi.

Baca Juga : Kawal Pleno KPU, Andi Ochank Yakin Appi-Cicu Menang

Apalagi bukan hanya dirinya dalam foto tersebut melainkan banyak orang. Bukan hanya kali ini saja Aty juga seringkali berfoto dengan Danny Pomanto yang juga maju di Pilkada Makassar.

“Bilapun harus dipecat karena alasan aturan PPDP, mestinya dia sudah dipecat sejak foto dengan DP. Apa yang dilakukan Lurah Pampang adalah kebijakan yg kelewatan. Sebagai seorang pemimpin, harusnya melakukan pembinaan. Sanksi pun diberlakukan berjenjang,” sindirnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646