REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa akan mendorong pendekatan berbasis kewaspadaan dini dalam upaya menjaga target produksi pertanian di tengah kondisi iklim El-Nino.
“Kami akan memperkuat langkah antisipatif untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah potensi dampak El Nino,” ujar Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, di tengah-tengah Dialog Luar Studio RRI Pro 1 Makassar, di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa, kemarin.
Lanjutnya, meskipun saat ini kondisi produktivitas pertanian masih relatif terkendali, namun pemerintah daerah tidak menunggu risiko datang.
Baca Juga : GM UIP Sulawesi Turun Langsung Tinjau Progres Pembangunan SUTT 150 kV Palu 3 – Tambu
“Gowa sebagai salah satu penyangga pangan di Sulawesi Selatan masih dalam kondisi relatif aman, karena curah hujan di beberapa wilayah masih cukup baik. Aktivitas tanam padi dan hortikultura tetap berjalan, namun ini kami anggap sebagai fase waspada dini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa risiko ke depan tetap ada, terutama jika intensitas hujan menurun dalam beberapa bulan mendatang. Misalnya, risiko penurunan luas tanam dan produktivitas tetap ada jika terjadi kekeringan.
“Karena itu kami tidak menunggu dampaknya, tetapi mulai melakukan percepatan tanam, penggunaan benih tahan kekeringan, serta memaksimalkan pompanisasi dan sumber air,” lanjutnya.
Baca Juga : Gandeng TP PKK, Pemkab Sidrap Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
Bupati Gowa juga menekankan bahwa seluruh kebijakan diarahkan pada adaptasi cepat agar produksi tetap realistis dan tercapai. Salah satunya dengan fokus memastikan adaptasi berjalan cepat, bukan hanya bertahan, tetapi menjaga target produksi tetap tercapai meskipun ada ancaman.
Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Zubair Usman menyampaikan bahwa seluruh program pertanian tetap dijalankan maksimal sebagai bentuk dukungan terhadap agenda nasional dan daerah.
“Baik program nasional maupun program daerah tetap kami jalankan dengan optimal. Di tengah tantangan El Nino, kami tetap fokus memenuhi target produksi sekaligus menjaga surplus pangan agar Gowa terus berkontribusi pada ketahanan pangan daerah dan nasional,” ujarnya.
Baca Juga : Selaraskan Paradigma, Diskominfo Sidrap Hadiri Forum Diskusi Publik Rancangan Perpres Pemerintah Digital
Sementara itu, perwakilan petani dari Kecamatan Bajeng, Mustari, menyampaikan bahwa kondisi di wilayahnya masih cukup aman untuk aktivitas pertanian.
“Di Bajeng masih aman. Musim tanam masih bisa tiga kali setahun yang penting itu informasi sampai. Jadi, kita sudah siapkan pompanisasi dengan sumur di setiap sawah yang kami gunakan untuk menjaga ketersediaan air saat El Nino,” ungkapnya.
Melalui sinergi ini, Pemkab Gowa menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas produksi pertanian sebagai sektor utama penopang ekonomi masyarakat.
