REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Polemik kepengurusan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) daerah kabupaten Bulukumba kembali berlanjut.
Diketahui sebelumnya, sejumlah alumni Unhas Bulukumba menolak hasil Musda yang dikatakan Cokko-cokko alias sembunyi-sembunyi oleh beberapa IKA Unhas Bulukumba.
Kali ini, sejumlah alumni Unhas Bulukumba kembali melakukan protes berdasarkan hasil pertemuan pada 10 desember di Resto Kampung Anda di Pantai Bira Bulukumba.
Pertemuan itu adalah hasil rekonsiliasi atas dinamika terhadap alumni Unhas Bulukumba antara pihak yang melakukan musda Cokko-cokko dengan pihak yang menginginkan musda ulang.
Dalam rekonsiliasi itu terbentuk tim 5 pentolan Pengurus Wilayah (PW) yang menetapkan 3 opsi yaitu, kolaborasi penyusunan pengurus bersama, kedua musda ulang dan ketiga carut marut alumni Unhas Bulukumba.
Hasil dari rekonsiliasi tersebut menetapkan opsi kedua, musda ulang berdasarkan hasil vooting 3 banding 2.
“Berdasarkan hasil mediasi yang dipimpin Pak Sekda Ali Saleng, keputusan saat itu disepakati dilakukan Musda ulang”, ujar Musafir salah satu alumni Unhas Bulukumba dalam konfrensi pers di cafe Della Pizza di Jalan Garuda Bulukumba, rabu 14 desember 2022.
Namun belakangan PW dianggap tidak konsisten atas hasil keputusan sebelumnya yang melahirkan keputusan untuk melakukan Musda ulang.
Mereka curiga, keputusan itu berubah oleh ulah oknum yang sengaja untuk memecah belah alumni Unhas Bulukumba.
“Kita berharap pengurus wilayah konsisten atas keputusan ini,” tegas Karaeng Chae Andi Patundru yang juga alumni Unhas.
Sebelumnya pernah dilakukan Musda pada tanggal 28 Agustus di cafe Grand 99, dimana Musda menetapkan Andi Endang sebagai ketua IKa Unhas. Namun belakang mendapat protes dan penolakan dari sejumlah alumni Unhas lainnya di Bulukumba.
Musda tersebut diistilahkan musda Cokko-cokko oleh sejumlah alumni IKA Unhas Bulukumba karena hanya melibatkan beberapa orang dan tidak transparan.
