0%
logo header
Sabtu, 02 Mei 2026 16:41

Isu Percobaan Bunuh Diri di Cafe Alya Dipastikan Tidak Benar, Dokter dan Polisi Berikan Penjelasan

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Dokter Psikiater, R dan Kapolsek Bacukiki saat konferensi pers di Cafe Alya
Ket: Dokter Psikiater, R dan Kapolsek Bacukiki saat konferensi pers di Cafe Alya

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PAREPARE — Isu dugaan percobaan bunuh diri di Cafe Alya, Jalan Mattirotasi, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bacukiki Barat, pada akhir April 2026, dipastikan tidak benar. Klarifikasi itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pengelola kafe.

Konferensi pers tersebut menghadirkan dokter psikiater RSUD Andi Makkasau, Kapolsek Bacukiki, serta R (37) yang menjadi pusat isu.

Dokter psikiater RSUD Andi Makkasau, dr. Arman, menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan R mengalami gangguan psikologis fungsional. Kondisi ini memengaruhi pikiran, emosi, dan perilaku.

Baca Juga : Opini: MUTASI

“Setelah pemeriksaan, kami menemukan gejala depresi fungsional yang berdampak pada kondisi kejiwaan hingga menimbulkan halusinasi,” kata dr. Arman.

Ia menegaskan kondisi tersebut murni medis. Ia membantah adanya unsur mistis seperti bisikan gaib yang sempat beredar di masyarakat.

Menurutnya, masyarakat perlu segera membawa orang yang menunjukkan gejala gangguan psikologis untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Baca Juga : Penutupan Latsar CPNS, Wali Kota Parepare Tekankan Integritas ASN dan Peningkatan Pelayanan Publik

Sementara itu, Kapolsek Bacukiki, Iptu Bustan Tarika, menjelaskan kronologi kejadian. Polisi menerima laporan lalu langsung menuju lokasi.

Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan pegawai kafe, R terlihat naik ke lantai empat dan diikuti dua pegawai. Saat ditemukan, R dalam kondisi linglung dan duduk sendiri.

“Petugas kesehatan kemudian datang melakukan pemeriksaan dan membawa yang bersangkutan ke rumah sakit,” ujar Bustan.

Baca Juga : Instruksi Wali Kota Tasming Hamid, Drainase di Parepare Dibersihkan untuk Atasi Banjir

Ia menambahkan, hasil olah tempat kejadian tidak ditemukan alat atau benda berbahaya yang dapat mengancam nyawa. Polisi juga tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh R.

R dalam kesempatan yang sama menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada pengelola kafe dan masyarakat.

“Saya mohon maaf atas informasi yang beredar dan itu tidak benar. Tidak ada niat atau rencana bunuh diri. Saya sedang sakit dan kondisi saya sudah dijelaskan oleh dokter,” ujarnya.(*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646