0%
logo header
Kamis, 30 April 2026 21:41

Lewat Desa Cantik, Pemkab Gowa Dukung BPS Perkuat Perencanaan Pembangunan Berbasis Data

Chaerani
Editor : Chaerani
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter saat menghadiri Sosialisasi dan Pencanangan Program Desa Cantik yang dirangkaikan dengan persiapan Sensus Ekonomi 2026, di Aula Kantor Camat Bontomarannu, Kamis (30/04/2026). (Dok. Humas Gowa)
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter saat menghadiri Sosialisasi dan Pencanangan Program Desa Cantik yang dirangkaikan dengan persiapan Sensus Ekonomi 2026, di Aula Kantor Camat Bontomarannu, Kamis (30/04/2026). (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa ikut ambil bagian dalam mendukung terbentuknya Desa Cantik (Cinta Statistik) di sejumlah desa di Kabupaten Gowa.

Program Desa Cantik ini dicanangkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gowa dengan tujuan untuk mendorong kualitas perencanaan pembangunan berbasis data di tingkat desa. Dalam program ini sejumlah SKPD lingkup Pemkab Gowa seperti Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gowa ikut membina.

Sementara yang menjadi sasaran program yakni Desa Sokkolia, Desa Nirannuang, dan Desa Bili-Bili di Kecamatan Bontomarannu.

Baca Juga : OJK: Keamanan Siber di Industri Keuangan Digital Perlu Diperkuat

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter mengungkapkan, data merupakan instrumen vital dalam pembangunan daerah. Tanpa data yang akurat, kebijakan yang diambil berpotensi tidak tepat sasaran.

“Program Desa Cantik ini hadir bukan sekadar seremonial, melainkan upaya strategis untuk memberikan pemahaman pentingnya data statistik sektoral di tingkat desa, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data,” ungkapnya, saat menghadiri Sosialisasi dan Pencanangan Program Desa Cantik (Cinta Statistik) yang dirangkaikan dengan persiapan Sensus Ekonomi 2026, di Aula Kantor Camat Bontomarannu, Kamis (30/04/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gowa menyadari bahwa data berkualitas menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif. Dimana melalui program ini, setiap desa diharapkan mampu mengelola data secara mandiri, sehingga perencanaan pembangunan dapat dimulai dari basis data yang kuat di tingkat akar rumput.

Baca Juga : Semangat Kartini Mengalir dalam Aksi Nyata Srikandi PLN UID Sulselrabar

Sementara, untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang merupakan bagian dari Sosialisasi dan Pencanangan Desa Cantik ini dinilai krusial untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menyukseskan sensus tersebut.

“Ini akan menjadi potret menyeluruh perekonomian kita. Sehingga dukungan kepala desa, lurah, dan agen statistik di Kecamatan Bontomarannu sangat dibutuhkan agar seluruh pelaku ekonomi dapat terdata secara jujur dan akurat,” harap Andy Azis.

Sementara, Kepala BPS Kabupaten Gowa, Joko Siswanto menegaskan bahwa Program Desa Cantik merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola data di tingkat desa sebagai fondasi pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga : Digelar 5 Mei, Vonny Ameliani Undang Ketua DPRD Sulsel Hadiri Pelantikan Pengurus KNPI Sulsel

Dirinya menjelaskan, BPS memiliki peran sebagai leading sector dalam pembinaan statistik sektoral, termasuk mendorong peningkatan literasi data dan kapasitas aparatur desa dalam mengelola serta memanfaatkan data secara berkelanjutan.

“Melalui pembinaan Desa Cantik, kami mendorong peningkatan kapabilitas statistik desa agar data yang dihasilkan semakin berkualitas dan dapat digunakan sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan pembangunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, penguatan data desa akan berdampak langsung pada kualitas kebijakan yang dihasilkan, karena pembangunn yang baik harus berbasis pada data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga : DTM PINISI SULTAN 2026: BI dan Pemprov Sulsel Rekomendasikan Indikator Perkuat Investasi

“Ketika data desa dikelola dengan baik, maka keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran. Inilah yang menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan dari desa untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Kepala BPS juga mengaku Program Desa Cantik berkontribusi dalam mendukung agenda nasional, khususnya dalam penguatan pembangunan berbasis desa serta integrasi data yang lebih optimal.

“Kami berharap kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, dan pemerintah desa terus diperkuat, sehingga Desa Cantik tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun budaya sadar data di masyarakat,” ujarnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646