REPUBLIKNEWS.CO.ID, SAMARINDA – Pengurus KONI Kalimantan Timur angkat bicara terkait tudingan rekayasa dan pembiaran atas insiden pemukulan saat Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim, Sabtu (29/1/2022) lalu. Menurutnya tuduhan tersebut salah besar dan tidak berdasar.
“Tidak ada kita merekayasa. Kita telah jalankan semua sesuai dengan mekanisme, termasuk menyepakati mekanisme penjaringan calon ketua,” kata Ketua Panitia Pelaksana Rakerprov, Muslimin saat menggelar jumpa pers, Senin (31/1/2022) kemarin.
Kepada awak media, Muslimin pun menunjukan dokumentasi video pelaksanaan rapat tata tertib yang saat itu dibahas oleh Komisi I dan dipimpin oleh Andi Harun sebagai ketua Komisi I.
Baca Juga : Membanggakan, Syafira Aulia Ramadhani Raih Winner Duta Baju Bodo 2026 di Pinrang
“Di video bisa dilihat rapat berjalan dengan tertib dan termasuk ketika pembahasan tata tertib yang tidak ada dalam AD/ART,” ungkapnya.
Selain itu, Muslimin pun menepis tuduhan adanya pembiaran saat insiden pemukulan yang dilakukan salah satu peserta rapat terhadap Sugeng Mochdar.
“Disana kita membantu melerai, meski banyak pengurus yang kecewa atas ucapannya bilang ada rekayasa, tetap kita berusaha mendinginkan suasana,” ujar Muslimin.
Baca Juga : Kolaborasi PLN UIP Sulawesi dan BPN Tinjau Lahan Rencana Pembangunan SUTET Palopo–Bakaru
Muslimin yang juga wakil ketua KONI Samarinda itu juga menjelaskan bahwa walaupun ada sedikit insiden yang terjadi namun ia menilai hal itu merupakan bagian dari dinamika berorganisasi.
“Dalam berorganisasi hal itu biasa terjadi, yang terpenting aturan dan mekenisme harus tetap dijalankan,” sebutnya.
Terkait laporan yang disampaikan Sugeng Mochdar ke kepolisian, pihak KONI Kaltim melalui Bidang Pembinaan Hukum Olahraga, Musrifin menyebut jika pihaknya menghargai proses hukum yang berlaku.
Baca Juga : Belajar dari Makassar, DPRD Palopo Usulkan Ganjil-Genap Pengisian BBM
“Yang melapor dan dilaporkan, masing-masing adalah pengurus KONI Kaltim. Sambil proses berjalan di kepolisian, pengurus juga akan melakukan mediasi. Kami anggap, anak sendiri yang bertengkar ini,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Bidang Humas KONI Kaltim Zulkarnain, menyampaikan adanya informasi yang menyebutkan jika beberapa pengurus bakal absen saat pelaksaan Musprov nanti.
Ia menilai jika hal itu adalah hak dari masing-masing cabor. Namun dirinya menegaskan jika KONI akan tetap melayangkan surat pemberitahuan pelaksanaan Musprov sesuai dengan aturan.
Baca Juga : Kekeringan Meluas, BPBD Makassar Kerahkan 25 Armada Salurkan Air ke 26.888 KK
“Masalah hadir dan tidak itu adalah hak dari masing-masing. KONI juga akan melayangkan surat pemberitahuan kepada seluruh anggota sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku,” demkian Zulkarnain. (*)
