REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bulukumba menggelar press release penetapan 3 Tersangka kasus Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO). Senin (15/05/2023).
Tiga tersangka tersebut berinisial AAM, JD dan ZP. Ketiganya langsung ditahan dalam penetapan tersangka kasus yang bergulir beberapa bulan lalu itu.
Mereka dititip di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Taccorong, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba.
Baca Juga : Sempat Kabur ke Morowali, Pelaku Penikaman di Bulukumba Dibekuk Polisi
Dihadapan awak media, Kepala Kejari Bulukumba, Cahyadi Sabri menjelaskan, penetapan tiga tersangka tersebut karena penyidik sudah mendapatkan dua alat bukti yang sah. Sebagaimana diatur dalam pasal 184 ayat 1 KUHAP.
“Berdasarkan hasil perhitungan Inspektorat Kabupaten Bulukumba, kerugian negara sebesar Rp. 698.853.200. Dari total anggaran Rp. 1,8 Miliar tahun anggaran 2022,” kata dia.
Cahyadi mengatakan, peranan para tersangka adalah pelaksana di lapangan dan laporan pertanggungjawaban.
Baca Juga : Polres Bulukumba Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Mariorennu, Pelakunya Anak Kandung Sendiri
Para tersangka dikenakan pasal 2 ayat 1 UU No. 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001.
“Ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara,” kata dia.
Terkait kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus UPPO Bulukumba, Cahyadi mengatakan bahwa pihaknya sementara melakukan pengembangan.
Baca Juga : Gaduh Isu Tambang Ilegal, Polisi Buru Pemilik Akun “Viral Bulukumba”
“Tidak menutup kemungkinan, kita masih pengembangan,” tutupnya.
