0%
logo header
Minggu, 28 Februari 2021 10:51

KPK Ungkap Tersangka Penyuap Sudah Banyak Dapat Proyek Dari Nurdin Abdullah

Konferensi Pers KPK, terlihat Tiga tersangka berdiri membelakang dengan Mengenakan Rompi Orange yangmerupakan Rompi Khas Tahanan KPK, Minggu (28/02/2021). (Foto: Tangkapan Layar Konferensi Pers dari Akun Youtube Resmi KPK)
Konferensi Pers KPK, terlihat Tiga tersangka berdiri membelakang dengan Mengenakan Rompi Orange yangmerupakan Rompi Khas Tahanan KPK, Minggu (28/02/2021). (Foto: Tangkapan Layar Konferensi Pers dari Akun Youtube Resmi KPK)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai tersangka penerima suap dalam kasus proyek di Sulsel.

Dalam konferensi pers nya, KPK menyebut kasus suap yang dilakukan mantan Bupati Bantaeng dua periode ini bekerjasama dengan pemberi suap Agung Sucipto (AS).

“AS Direktur PT APB telah lama kenal baik dengan saudara NA yang berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Minggu (28/2/2021) dini hari.

Baca Juga : Jadi Tersangka Korupsi, Mardani H Maming Dicekal ke Luar Negeri

Filri juga mengungkap rekam jejak Agung Sucipto bersama Nurdin Abdullah.

Agung Sucipto, kata Filri telah mengerjakan beberapa proyek di Sulsel beberapa tahun sebelumnya.

Diantaranya peningkatan Jalan Ruas Palampang – Munte – Bontolempangan di Kab. Sinjai, Bulukumba (DAK) Tahun 2019 dengan nilai Rp 28,9 Miliar,” kata Firli.

Baca Juga : Mantan Walikota Yogyakarta Ditangkap KPK, Dugaan Kasus Suap

Firli menyebut AS juga menjadi kontraktor proyek di Sulsel tahun 2020. Proyek itu di antaranya pembangunan ruas jalan di Palampang.

“Berikutnya pembangunan Jalan Ruas Palampang – Munte – Bontolempangan tahun 2020 dengan nilai proyek Rp 15,7 Miliar,” kata dia.

“Yang ketiga pembangunan Jalan Ruas Palampang – Munte – Bontolempangan 1 Paket APBD Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai Rp 19 Miliar,” sambungnya.

Baca Juga : KPK Eksekusi Terpidana Suap Kadis PU Pemkab HSU ke Lapas Banjarmasin

Keempat, AS juga menjadi kontraktor proyek pembangunan jalan dan pedestrian di kawasan Wisata Bira. Nilai proyek sebesar Rp 20,8 miliar.

“Berikutnya pembangunan jalan, pedestrian dan penerangan jalan Kawasan Wisata Bira dana bantuan keuangan Provinsi Sulsel 2020 kepada Kabupaten Bulukumba TA 2020 ini dengan nilai proyek Rp 20,8 Miliar,” katanya.

Terakhir, AS juga menjadi kontraktor di proyek pembangunan di Kawasan Wisata Bira dengan pembangunan yang berbeda. Yakni pembangunan jalan parkiran 1 dan 2.

Baca Juga : KPK Telusuri Dugaan Pemotongan Uang ASN Bekasi

“Rehabilitasi jalan parkiran 1 dan pembangunan jalan parkiran 2 Kawasan Wisata Bira bantuan keuangan Provinsi Sulsel 2020 kepada Kabupaten Bulukumba TA 2020 dengan nilai proyek Rp 7,1 miliar,” jelasnya.

KPK dalam kasus ini telah menetapkan 3 tersangka. Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan), Edy Rahmat (Sekdis PUTR Provinsi Sulawesi Selatan) dan Agung Sucipto (kontraktor).

Ketiganya lalu resmi ditahan oleh KPK selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021.

Baca Juga : KPK Telusuri Dugaan Pemotongan Uang ASN Bekasi

Dalam penangkapan ketiganya KPK memang telah melakukan pemantauan. Firli menyebut pada awal Februari Nurdin Abdullah dan Edy Rahamt bertemu dengan Agung Sucipto terkait proyek Wisata Bira.

“Sekitar awal Februari 2021, Ketika NA sedang berada di Bulukumba bertemu dengan ER dan juga AS yang telah mendapatkan proyek pekerjaan Wisata Bira,” ujar Firli.

Nurdin Abdullah, kata Firli, kemudian menyampaikan kepada Agung Sucipto selaku kontraktor melalui Sekdis PUTR Provinsi Sulawesi Selatan Edy Rahmat bahwa proyek tetap dilanjutkan. Nurdin memerintahkan kepada Edy segara mempercepat dokumen.

Baca Juga : KPK Telusuri Dugaan Pemotongan Uang ASN Bekasi

“NA menyampaikan pada ER bahwa kelanjutan proyek Wisata Bira akan kembali dikerjakan oleh AS yang kemudian NA memberikan persetujuan dan memerintahkan ER untuk segera mempercepat pembuatan dokumen DED (Detail Engineering Design) yang akan dilelang pada APBD TA 2022,” ujarnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646