0%
logo header
Kamis, 11 Januari 2024 17:17

Lagi, Unjuk Rasa di Merauke Memanas! Mahasiswa Tuntut 3X24 Jam Internet Harus Normal

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Internet di Merauke Papua Selatan. (Foto: Hendrik Resi / republiknews.co.id)
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Internet di Merauke Papua Selatan. (Foto: Hendrik Resi / republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE — Gelombang aksi unjuk rasa menuntut pemulihan jaringan di internet di Merauke kian memanas. Setelah tiga hari sebelumnya, para jurnalis melakukan aksi demo, kali ini Kamis, (11/1/2024), Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Internet Merauke menggelar aksi demo dengan jumlah yang sangat banyak.

Masyarakat berjumlah ribuan orang bergabung mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Merauke mendatangi Kantor Bupati Merauke di Jl. Brawijaya, kemudian melakukan orasi di halaman kantor sekitar pukul 13.45.WIT.

Di Kantor Bupati, massa diterima oleh Asisten II Sekda Merauke Yustina Sianturi dan pejabat lainnya. Massa aksi mendesak Pemerintah Kabupaten Merauke untuk menghadirkan provider seluler jaringan internet lain selain Telkomsel.

Baca Juga : Nicolaus Kondomo Maju di Pilgub Papua Selatan 2024, Dukungan Masyarakat Terus Mengalir

“Kami minta pemerintah  Kabupaten Merauke untuk menghadirkan selain Telkomsel. Jangan ada monopoli tunggal di Papua Selatan. Kami tidak penjelasan teori panjang lebar, tapi kami minta jaringan ada sekarang ini. Sekarang ini!,” ujar salah seorang orator.

Setelah tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari pihak pemerintah kabupaten Merauke, massa peserta aksi kemudian bergegas meninggalkan halaman Kantor Bupati Merauke dengan nada penuh kekecewaan.

Massa aksi lalu bergerak menuju Kantor Telkom Merauke yang terletak di Jl. Misi yang berjarak sekitar 200 meter dari kantor bupati. Tiba di sana, massa aksi merangsek ke halaman Telkom dan langsung melampiaskan kemarahan.

Baca Juga : SDN 1 Merauke Dipalang, 524 Siswa Tak Bisa Sekolah

Sempat terjadi aksi anarkis lempar batu dan bakar ban di halaman Kantor Telkom, namun aksi anarkis  berhasil ditenangkan oleh aparat Polres Merauke dan Brimob Batalyon Pelopor D Merauke yang berjaga-jaga sejak pukul 13.00 WIT.

Massa pendemo kemudian meminta Kepala Telkom Daerah Merauke, Justino Fernandes untuk hadir di hadapan mereka. Setelah hadir, massa aksi menuntut agar PT Telkom segera melakukan pemulihan jaringan segera selama 3 X 24 jam. Namun, jika tuntutan itu tidak dapat terpenuhi, maka massa akan datang dengan jumlah yang lebih besar lagi dan melakukan pembakaran.

“PT Telkom, kamu sudah menipu kita, sudah menipu masyarakat berkali-kali. Sudah tujuh kali kamu tipu kita. Tadi yang bapa lihat itu batu melayang, bapa belum lihat api yang membakar kantor ini,” ujar Koordinator Aksi  Riski Pattiasina selaku jenderal lapangan.

Baca Juga : Kakek Tua Ditemukan Tewas Telungkup di Dalam Rumahnya di Kompleks Pasar Baru Merauke

Para orator lain pun menyerukan orasi hal serupa yang isinya bernada kecaman dan kemarahan akibat hilangnya jaringan internet di Merauke. Aksi terus memanas hingga terjadi lemparan dari massa peserta ke arah petugas keamanan.

Melihat aksi yang terus memanas ini, Kapolres Merauke AKBP I Ketut Suarnaya naik ke podium orasi mimbar bebas dan berupaya menenangkan massa peserta aksi ketika terjadi sedikit gesekan dengan aparat keamanan.

“Tolong teman-teman, adik-adik mahasiswa untuk tidak anarkis. Jangan kita dibenturkan. Kita tidak ada permasalahan dengan adik-adik mahasiswa, ya. Kita tidak ada permusuhan. Jangan memprovokasi, mari kita  bicara yang baik.”

Baca Juga : Ahli Dewan Pers Sebut Kerja Jurnalistik Tak Bisa Dipidana

“Jangan ada bahasa-bahasa provokasi. Mari kita jaga situasi ini tetap kondusif. Ini saya bertanggung jawab bahwa teman-teman sabar, mereka menyampaikan aspirasinya. Silahkan sampaikan aspirasi kalian. Posisi kita sama, tapi kita tetap berjiwa besar dan ini semua harus berjalan dengan baik,” imbau Kapolres Suarnaya dengan nada tegas.

Hingga pukul 17.00 WIT, aksi orasi mahasiswa dan masyarakat peduli internet masih terus berlangsung. Karena tidak tercapai kesepakatan dengan pihak Telkom, massa aksi akhirnya menyegel Kantor Telkom Merauke. (*)

Penulis : Hendrik Resi
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646