Langgar Aturan PPKM Mikro, Rumah Makan dan Warkop di Gowa Dapat Peringatan

  • Bagikan

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Sejumlah rumah makan maupun warung kopi (warkop) ditemukan masih membandel di tengah pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Gowa.

Bahkan Rumah Makan Cang Kuning di Jalan Sultan Hasanuddin dan Warkop Andi Tonro di Jalan Wahidin Sudiro Husodo kedapatan dua kali melanggar selama dua hari pemberlakuan aturan baru tersebut. Pihaknya pun mendapatkan peringatan kedua atau berupa teguran tertulis.

“Hari ini kita kembali turun ke lapangan, dan tadi ditemukan warkop yang masih buka padahal kemarin sudah berjanji tidak membuka tapi kenyataannya masih buka. Makanya kita berikan sanki kedua atau teguran tertulis jika melanggar lagi barulah dilakukan denda dan pencabutan izin usaha,”  kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, Senin (12/07/2021) malam kemarin.

Adnan mengaku pihaknya akan terus melakukan pemantauan hingga PPKM selesai dan tidak segan memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelaku usaha yang melanggar.

“Besok kita akan cek lagi sampai pelaksanaan PPKM selesai. Jika masih buka maka kita beri sanksi tegas,” jelasnya.

Pada pemantauan yang dilakukan orang Adnan telah menyosialisasikan bahwa warung makan, warkop, kafe dan lainnya bisa buka hingga pukul 19.00 Wita. Sementara untuk pelayanan pesan antar atau bungkus bisa dilakukan hingga pukul 22.00 Wita, sehingga sebagai tanda tidak dilakukannya pelayanan makan ditempat, pelaku usaha diharuskan menaikkan kursi diatas mejanya.

“Diluar yang melakukan pelanggaran, alhamdulillah sudah banyak yang bisa memahami kebijakan dan hanya buka karena bawa pulang saja atau bungkus. Kita ingatkan juga kalo memang tidak melayani ditandai dengan kursi dinaikkan diatas meja,” tambah Adnan.

Sementara, Tim 3 yang dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Yeni Andriani kembali melihat Rumah Makan Cangkuning masih melayani makan ditempat diatas jam 7 malam. Melihat itu ia langsung memberikan teguran keras karena rumah makan tersebut telah ditegur dihari-hari sebelumnya.

“Kita berikan teguran keras karena sejak hari pertama melanggar terus, sehingga kami sudah berikan teguran kedua dan membuat surat pernyataan akan mematuhi PPKM, jika masih melanggar maka sesuai perda no 2 tahun 2020 kita lakukan penutupan hingga pencabutan izin,” tegasnya. (Rhy)

  • Bagikan