0%
logo header
Sabtu, 24 Februari 2024 21:16

Lewat Proksi Rumah Produktif, Pemkab Gowa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, didampingi Kepala Bappeda Gowa Sujjadan saat melakukan presentasi penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II Tahun 2024 di Hotel Ibis Makassar, kemarin. (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, didampingi Kepala Bappeda Gowa Sujjadan saat melakukan presentasi penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II Tahun 2024 di Hotel Ibis Makassar, kemarin. (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa mengagas Program Produktivitas Simultan (Proksi) Rumah Produktif sebagai upaya dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Program inovasi tersebut juga sejalan dengan tema rencana kerja pemerintah di 2024 yakni mempercepat transformasi ekonomi yang inklusi dan berkelanjutan.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, periode 2020 dinamika pertumbuhan ekonomi mengalami fluktuasi sebagai dampak dari pandemi Covid-19 dan inflasi. Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gowa pun tercatat melambat, begitupun dengan tingkat pengangguran terbuka semakin meningkat.

Atas dasar itu, sebagai upaya pemulihan perekonomian, inovasi Proksi Rumah Produktif ini pun menjadi salah satu solusi. Dimana dari program ini akan mencetak usahawan baru, dan meningkatkan kompetensi pelaku UMKM yang telah ada. Kolaborasi ini turut melibatkan pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan akademisi.

Baca Juga : Jelang Pilwali Makassar, Ustadz Das’ad Latif Masuk Radar NasDem

“Rumah produktif ini sebagai pusat informasi, konsultasi dan pelatihan UMKM serta menjadi sebuah ekosistem bisnis model pemberdayaan UMKM dari hulu ke hilir. Dimana dengan pendekatan masalah dan kebutuhan pelaku UMKM,” terangnya saat melakukan presentasi penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II Tahun 2024 di Hotel Ibis Makassar, kemarin.

Ia melanjutkan, inovasi Rumah Produktif ini telah dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Gowa atau di 167 desa dan kelurahan. Dimana mereka yang terlibat adalah para pelaku usaha baik IKM maupun UMKM binaan sejumlah instansi, seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan pelaku usaha yang ada di Kampung Rewako.

Adnan mengungkapkan, pada 2021, fungsi Rumah Produktif dijalankan oleh Dinas Perdastri dan Dinas Koperasi dan UMKM. Keberadaannya sebagai pusat informasi, konsultasi dan pelatihan bagi pelaku IKM/UMKM. Kemudian, di 2022 dibuatlah penguatan melalui Rencana Aksi Rumah Produktif 2022-2024.

Baca Juga : Sukseskan Utsawa Dharma Gita IX Tingkat Sulsel, Muhammad Fauzi Sumbang Hadiah Rp30 Juta

Selanjutnya, di 2023 layanan Rumah Produktif melalui Klinik UMKM di Pos Pelayanan Publik yang ada di seluruh kecamatan.

“Di tahun ini pelayanan Rumah Produktif dialihkan dalam Mal Pelayanan Publik (MPP) yang nantinya akan dilengkapi Ruang Pelatihan UMKM,” ungkap Adnan.

Kehadiran inovasi yang ditujukan bagi pelaku UMKM ini memiliki dampak positif. Hal ini terlihat pada periode 2021, di mana pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa berada di angka 7,26 persen dari periode 2020 yang hanya 1,76 persen. Begitupun dengan tingkat pengangguran terbuka yang pada 2021 berada diangka 4,30 persen, sementara pada tahun sebelumnya berada diangka 6,44 persen.

Baca Juga : Dekan FTI UMI: Tak Ada Perpisahan Lebih Mengharukan selain Pisah dari Bulan Ramadan

Tak hanya itu, inovasi ini juga berdampak pada peningkatan PDRB per kapita di Kabupaten Gowa. Dimana pada 2021 PDRB Kabupaten Gowa telah mencapai di angka Rp30,44 juta, jika dibandingkan periode 2020 yang hanya berada di angka Rp28,20 juta.

Sementara, Mewakili Tim Penilai Sultan Suhab mengatakan, berdasarkan presentasi inovasi yang dipaparkan Bupati Gowa dianggap sangat baik. Inovasi ini sangat inovatif terutama dalam menjawab permasalahan menurunnya pertumbuhan kemiskinan, kemudian sektor-sektor ekonomi produktif yang di dorong.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi ini dan saya harap bukan hanya diterapkan dan dikembangkan di Gowa, tetapi beberapa kabupaten di Sulsel bisa mengadopsi inovasi tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga : Di Hadapan Keluarga Besar, Andi Ina Izin Untuk Bertarung di Pilkada Barru

Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa Sujjadan mengungkapkan, penilaian PPD 2024 ini akan melalui beberapa tahap. Di mana tahap pertama penilaian dokumen perencanaan dan inovasi dengan bobot 45 persen, tahapan kedua sesi wawancara dan presentasi dengan bobot 55 persen.

“Gowa masuk sebagai salah satu dari 10 kabupaten di Sulsel untuk dinilai kinerja dan inovasinya,” ujarnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646