0%
logo header
Senin, 25 Juli 2022 20:08

Lima Kabupaten di Sulsel Jadi Planning Project Vaksinasi Inklusif

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Koordinator AIHSP Sulsel, Anak Agung Putu Joni Wahyudi saat memaparkan hasil program kemitraan vaksinasi inklusif melalui prescon, di Swiss-Belhotel Panakukang Makassar, Senin (25/07/2022). (FOTO. Chaerani/Republiknews.co.id)
Koordinator AIHSP Sulsel, Anak Agung Putu Joni Wahyudi saat memaparkan hasil program kemitraan vaksinasi inklusif melalui prescon, di Swiss-Belhotel Panakukang Makassar, Senin (25/07/2022). (FOTO. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan Australia Indonesia Healthy Security Partnership (AIHSP) melakukan pola vaksinasi inklusif di lima kabupaten di Sulawesi Selatan.

Kelima daerah tersebut antara lain Kabupaten Maros, Gowa, Enrekang, Bone, dan Kabupaten Pinrang.

Pada program kolaborasi ini Pemprov Sulsel melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Dinas Sosial melalui bidang-bidang terkait dengan maksud menyiapkan layanan vaksinasi kepada kelompok penyandang disabilitas.

Baca Juga : Heriwawan Harap UMSi Jadi Pionir Kolaborasi Bangun Daerah di Sektor Pendidikan

Selain itu juga, untuk mensinkronkan data penyandang disabilitas berdasarkan jumlah penduduk, status pendidikan, hingga penerima program sosial.

Koordinator AIHSP Sulsel, Anak Agung Putu Joni Wahyudi mengatakan, kelima daerah ini menjadi planning projet kemitraan pada program vaksinasi Covid-19 dalam bentuk Gebyar Pekan Vaksinasi Covid-19 Inklusif. Kegiatan ini berlangsung sejak 27 Juni hingga 23 Juli 2022.

Pada pelaksanaannya ditemukan pola-pola vaksinasi yang dilakukan penyelenggara dengan sasaran kelompok rentan atau inklusif seperti penyandang disabilitas, perempuan dan lanjut usia (lansia).

Baca Juga : Husniah Talenrang: Dalam Sinrilik Ada Sejarah Hingga Etika Hidup Orang Gowa

“Dari kegiatan ini kita menemukan pola untuk bagaimana menggaet mereka (kelompok rentan), dari segi komunikasi resikonya, pelibatan semua pihak dan tahapan proses vaksinasinya,” katanya saat pemaparan hasil kegiatan, di Swiss Bellin Panakukang, Makassar, Senin (25/07/2022).

Ia menjelaskan, pola atau metode tersebut antara lain. Pertama, bagaimana komunikasi resikonya di kembangkan pihak terkait di lapangan khususnya kepada Dinkes, Dinsos dan Disdukcapil untuk mendorong penyandang disabilitas dapat hadir.

Kedua, bagaimana metode sosialisasi dalam mengajak kelompok penyandang disabilitas.

Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Bersama Pemprov Sulteng Pacu Investasi Lewat Percepatan Infrastruktur Kelistrikan

“Disini kita menemukan bahwa ada berbagai cara yang dilakukan di masing-masing kabupaten. Ada yang menggunakan radio, dan media umum untuk menyebar informasi. Ada juga dengan pendekatan keagamaan itu adalah cara-cara yg mereka gunakan sesuai kondisi daerahnya,” jelasnya.

Ketiga, memberikan penguatan kepada tenaga kesehatan untuk memahami dan mengubah mindset mereka dalam pelayanan vaksinasi inklusif sehingga bagaimana mereka diharapkan mampu beretika dengan kelompok masyarakat yang inklusif.

Selanjutnya, adalah alur dari proses pelayanan vaksinasinya, mulai dari bagaimana memberikan penjelasan pada saat skrining, bagaimana mengarahkan cara-cara untuk pendekatan kepada kelompok disabilitas sesuai ragam (netra, rungu, mental, dan tuli), serta bagaimana memastikan alur tidak membahayakan bagi mereka saat melaksanakan vaksinasi.

Baca Juga : Pengurus IPIM Gowa Didorong Perkuat Peran Imam Masjid di Kecamatan

“Karena pola ini sudah terlaksana, sehingga kami berharap ini bisa dijadikan contoh untuk kabupaten lainnya untuk ditiru,” jelas Agung.

Agar pelaksanaan tersebut bisa dilanjutkan di beberapa daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Pihaknya akan memberikan sosialisasi dan simulasi kepada pihak-pihak yang nantinya menjadi penyelenggara vaksinasi, seperti tenaga kesehatan, TNI dan Polri.

Kegiatan tersebut akan diagendakan pada 4 dan 5 Agustus 2022 untuk batch pertama dan pada 8 dan 9 Agustus 2022 untuk batch kedua.

Baca Juga : Pengurus IPIM Gowa Didorong Perkuat Peran Imam Masjid di Kecamatan

“Disinilah kita sosialisasikan pola-pola yang sudah kita lakukan ini agar mereka paham bahwa apa yang kita lakukan di lima daerah ini mari kita dorong dan dibuatkan model ini untuk dijadikan acuan,” ujarnya.

Pada program yang dilakukan AIHSP di Indonesia ini selain diselenggarakan di Sulawesi Selatan juga dilaksanakan ini Provinsi Bali, Jawa tengah, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara, Pelaksanaan Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Arman Bausat mengatakan, pada pelaksanaan program kemitraan ini berhasil menjangkau 760 orang yang berhasil di vaksin.

Baca Juga : Pengurus IPIM Gowa Didorong Perkuat Peran Imam Masjid di Kecamatan

Mereka terdiri dari 186 penyandang disabilitas, 32 orang lansia, dan 371 perempuan. Selain itu pada kegiatan tersebut tercatat 152 orang (laki-laki dan perempuan) telah berhasil mengakses layanan pencatatan kependudukan.

Di antaranya, pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), Kartu Identitas Anak (KIA), akta kela dan lainnya.

“Vaksinasi ini terbukti dapat mengurangi angka kesakitan bila  terinfeksi Covid-19. Jadi bukan berarti kalau kita vaksinasi Covid-19, pasti tidak terinfeksi bisa jadi terinfeksi, tapi gejala yang timbul bagi orang yang sudah vaksinasi itu jauh lebih ringan dan angka kematian yang timbulkan lebih rendah,” ujarnya.

Baca Juga : Pengurus IPIM Gowa Didorong Perkuat Peran Imam Masjid di Kecamatan

Ia mencatat, saat ini cakupan vaksinasi di Sulawesi Selatan untuk dosis pertama mencapai 90,3 persen, dosis kedua 67 persen dan dosis ketiga atau Booster baru mencapai 12.75 persen.

“Dosis ketiga ini dari bulan lalu hingga saat ini cuma bertambah 0,75 persen. Dari sebelumnya 12,0 persen menjadi 12,75 persen. Jadi perbedaannya sangat jauh, sementara untuk pertahanan dan ketahanan maksimal itu dibutuhkan vaksin dosis 1,2, dan 3,” tutup Arman.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646