Mantan PGS Rektor UIN Alauddin Perolah Pin Emas UMI Makassar

  • Bagikan
Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Mantan Pelaksana Tugas Sementara (PGS) Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, M.A. memperoleh penghargaan Pin Emas dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Rektor UMI Prof. Dr. H.Basri Modding, S.E., M.Si dalam suratnya yang dikirim kepada Prof. Ahmad Thib Raya pada tanggal 15 Juni 2021 menyebutkan, penghargaan Pin Emas tersebut bertajuk  “Sebagai Tokoh Dakwah” yang telah berkontribusi bagi pengembangan UMI. Ahmad Thib Raya kerap hadir di UMI membawakan materi berbagai kegiatan. Sebelum pindah ke Jakarta, dia termasuk salah seorang dosen luar biasa di perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia Timur tersebut.

Prof. Thib, demikian dia akrab disapa, ketika dihubungi dari Makassar menjelaskan, penghargaan itu akan diserahkan pada tanggal 23 Juni 2021 bertepatan dengan peringatan Milad ke-67 Universitas Muslim Indonesia. Thib akan hadir bersama istrinya Prof.Dr.Hj Siti Musdah Mulia, M.A. yang juga merupakan salah seorang Tokoh Wanita Muslim Indonesia.

Anak kedua pasangan KH Muhammad Hasan,B.A. dan Hj Zainab H.Yakub yang dilahirkan di Kanca Bima 21 April 1955  ini meraih gelar sarjana muda lengkap (B.A., 1977) dan menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Adab IAIN (UIN) Alauddin 1980 dan meraih gelar sarjana bahasa Inggris di IKIP Ujungpandang pada tahun 1986 bersamaan dengan adiknya, Hamdan Zoelva, Ketua Mahkamah Konstitusi 2013-2015 meraih gelar sarjana hukum di Universitas Hasanuddin.

Thib kemudian meraih gelas Master of Arts  (M.A.) dalam Bidang Kajian Islam di IAIN (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (1991) dan Doktor dalam Bidang Bahasa Arab di Perguruan Tinggi yang sama. Pada tahun 1999, Thib memperioleh jabatan Guru Besar dalam usia 44 tahun.

Tak lama setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar, ternyata UIN Jakarta memanggilnya hijrah ke Jakarta. Di Universitas Negeri Islam ini, Thib memperoleh amanat sebagai Ketua Jurusan Tafsir Hadis Program Pascasarjana IAIN Jakarta (2002-2005), Asisten Direktur Program Pascasarjana UIN Jakarta (2005-2007); Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Jakarta (2007-2011); Pengganti Sementara (PGS) Rektor UIN Alauddin Makassar, Januari s.d. September 2015;  Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta, 2015-2018; dan kini sebagai Wakil Koordinator Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten, 2018-sekarang.

Setelah hijrah ke Jakarta, peluang dan berkah karier kehidupan Thib seolah “berlimpah”. Dia dipercaya dan memperoleh tugas mengajar di beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Jakarta, seperti Institut Ilmu Al-Quran Jakarta, STAI Nahdlatul Ulama Jakarta, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Institut PTIQ Jakarta, mengajar di beberapa Program Pascasarjana yang ada di luar Jakarta, seperti Program Pascasarjana IAIN Ternate, Program Pascasarjana IAIN Lampung, Program Pascasarjana IAIN Bengkulu, memberi kuliah Umum di beberapa Perguruan Tinggi, baik Negeri maupun Swasta, dan mengajar di berbagai Majlis Pengkajian Islam, seperti Pengkajian Islam al-Sakinah Jakarta, Pengkajian Islam Al-Hikmah Jakarta, Pengkajian Duha Masjid Agung Sunda Kelapa, Pengkajian Duha Majid Agung at-Tin Jakarta, dll. Pernah menjadi Profesor Tamu (Visiting Professor) selama 2 tahun di Universitas Malaya, Kualalumpur.

Terakhir, Prof.Thib memimpin Forum Ilmuwan Bima Dompu se-Indonesia yang berhasil mewujudkan hadirnya Perguruan Tinggi Negeri (IAIN) di Bima, yang diharapkan pada tahun 2021 sudah akan menerima mahasiswa baru.

Kehadiran IAIN Bima tersebut pertama kali dalam sejarah setelah Indonesia merdeka, meskipun pada awal tahun 1970-an, IAIN Sunan  Ampel Surabaya Cabang Bima pernah hadir namun ditutup pada tahun 1974. Kehadiran IAIN Bima itu didukung penuh oleh Wali Kota Bima Muhammad Lutfi, S.E. dan mewujudkannya dengan penyediaan lahan lokasi pembangunan intrastrukturnya. (M. Dahlan Abubakar)

  • Bagikan