0%
logo header
Selasa, 07 Mei 2024 21:20

Masyarakat Muara Badak Tak Perlu Jauh-Jauh Lagi Berobat, RSUD Muara Badak Dioperasikan Akhir 2024

M. Imran Syam
Editor : M. Imran Syam
Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wabup Kukar Rendi Solihin. (Istimewa)
Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wabup Kukar Rendi Solihin. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUTAI KARTANEGARA – Masyarakat di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya, kini patut berbahagia. Penantian panjang mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai di wilayah mereka akan segera terwujud.

Pasalnya, pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Badak ditargetkan selesai dan dapat dioperasikan pada akhir tahun 2024. Kehadiran RS ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak jauh ke Samarinda, Bontang, atau Tenggarong untuk berobat.

Peletakan batu pertama pembangunan RS Muara Badak telah dilakukan pada 10 Juli 2023 oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, dan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin. Total 100 tempat tidur akan tersedia di RS tipe C ini, dilengkapi dengan ruang UGD, rawat jalan, rawat inap, radiologi, laboratorium, intensif, dan operasi.

Baca Juga : Upacara Harkitnas ke-116 di Kukar, Bupati Edi Gelorakan Semangat Kebangsaan

RS Muara Badak dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektare (ha) dari total 7,5 ha. Edi Damansyah mengungkapkan, pembangunan RS ini merupakan salah satu harapan besar masyarakat Muara Badak dan Marangkayu.

“Selama ini, masyarakat harus ke Samarinda atau Bontang untuk berobat. Saya harap Dinas PU Kukar dapat mengerjakan pembangunan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Edi pada Selasa (07/05/2024).

Anggaran pembangunan RS Muara Badak terbilang besar, yakni mencapai Rp 63,2 miliar. Lima perusahaan terlibat dalam pengerjaannya, mulai dari penyedia jasa, pengawas konsultan, hingga konsultan perencanaannya.

Baca Juga : Ribuan Warga Kukar Larut dalam Shalawat, Festival Islami Sukses Digelar

“Saya minta Dinas PU dan kontraktor yang sudah mendapatkan kepercayaan ini agar melaksanakan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya,” tegas Edi Damansyah.

Sementara itu, Rendi Solihin optimis RS Muara Badak dapat diresmikan dan dioperasikan pada akhir tahun 2024. Ia telah beberapa kali melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan dan menilai progresnya berjalan positif tanpa hambatan berarti.

“Mungkin kalau estimasi sekitar Agustus sampai November, kemungkinan kita sudah bisa melakukan peresmian,” ujar Rendi.

Baca Juga : 76 Dari 193 Desa di Kukar Masuk Katagori Mandiri, Bupati Edi Beri Apresiasi

“Rumah sakit ini sudah on the track pembangunannya. Dari beberapa pembangunan di Kukar untuk tahun 2023-2024, rumah sakit Muara Badak ini salah satu pengerjaannya cukup baik,” tambahnya.

Rendi menekankan pentingnya tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penyediaan sarana dan prasarana penunjang operasional, baik dari segi peralatan kesehatan maupun sumber daya manusianya (tenaga kesehatan).

“SDMnya juga penting. Dokter spesialis dan beberapa dokter sudah dilatih di beberapa rumah sakit, seperti AM Parikesit Tenggarong, Kota Bangun, dan Samboja,” pungkasnya.

Baca Juga : Edi-Rendi Tepati Janji, Sektor Perikanan Kukar Makin Berjaya

Pembangunan RS Muara Badak ini merupakan kabar gembira bagi masyarakat Muara Badak dan sekitarnya. Kehadiran RS ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan memberikan akses yang lebih mudah dan terjangkau untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas. (ADV/Diskominfo Kukar)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646