0%
logo header
Selasa, 29 Desember 2020 21:28

Mayat Laki-laki yang Ditemukan di Tepi Sungai Walanae Berhasil Diungkap, Ini Identitasnya

Polisi menunjukkan mayat laki-laki yang ditemukan di Tepi Sungai Walanae, Desa Pallae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Selasa (29/12/2020).
Polisi menunjukkan mayat laki-laki yang ditemukan di Tepi Sungai Walanae, Desa Pallae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Selasa (29/12/2020).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Mayat laki-laki yang ditemukan di Sungai Walanae, Desa Pallae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Selasa (29/12/2020) akhirnya terungkap.

Korban diketahui bernama Baso Wettoi (78) warga Desa Benteng Lompoe, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo.

Menurut keterangan dari kelurga korban, pada tanggal 19 Desember 2020 tepatnya hari sabtu, korban bersama istrinya mencari kayu disekitar Sungai Walanae, Dusun Bonto Te’ne, Desa Ujung Pero, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo.

Pada saat itulah korban terseret arus sungai, kerabat korbanpun melakukan pencarian, tapi tidak membuahkan hasil.

Kepala Pos SAR Bone, Mukti Ali menerangkan, setelah mencocokkan dengan pakaian terakhir yang digunakan korban, bisa dipastikan korban adalah Baso Wettoi.

“Ciri-ciri korban pakaian switer biru dengan penutup kepala. Ada tulisan huruf dan angka di bagian dada switernya. Begitu pun dengan celana boxer yang digunakan korban,” terangnya, Selasa (29/12/2020).

Terlebih, kata dia, tidak ada informasi orang hilang selain di Wajo.

Mukti mengatakan, jasad korban telah dibawa oleh pihak BPBD Wajo ke rumah duka untuk disemayamkan.

Baso Wettoi dikabarkan hilang terbawa arus sungai sejak Sabtu (19/12/2020).

Saat itu korban bersama istrinya sedang mencari kayu di Sungai Walanae, Desa Ujungpero, Kecamatan Sabbangparu.

Korban tergelincir kemudian jatuh ke sungai dan terbawa arus yang deras.

Istri korban sempat berusaha menolong sang suami menggunakan sebatang bambu, tetapi korban sudah tidak bisa meraih bambu yang disodorkan istrinya.

Upaya pencarian pun telah dilakukan oleh Tim SAR gabungan selama tujuh hari, tetapi belum membuahkan hasil. Pencarian kemudian ditutup pada Jumat (25/12/2020).

Barulah, Selasa (29/12/2020) atau 11 hari pasca hilang, jasad korban ditemukan di tumpukan kayu yang terbawa arus di Sungai Walanae, tepatnya di Desa Pallae, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone.

Jasadnya ditemukan pukul 13.00 Wita oleh warga yang sedang mencari kayu. (Abdul Muhaimin)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646