0%
logo header
Jumat, 26 Januari 2024 13:09

Menetes Airmata, Pastor Wilfridus Fallo Kisahkan Panggilan Hidup Imamat

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Imam Baru RD Wilfridus Fallo, Pr ketika memberikan berkat kepada orangtua dan keluarganya. (Foto: Hendrik Resi / republiknews.co.id)
Imam Baru RD Wilfridus Fallo, Pr ketika memberikan berkat kepada orangtua dan keluarganya. (Foto: Hendrik Resi / republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE — Giliran, Pastor RD. Wilfridus Fallo merayakan Misa Syukur Perdana di aula Bina Pangkat Kelapa Lima Merauke, Kamis (25/1/2024), pasca menjadi Imam Katolik dan ditahbiskan oleh Uskup Agung Mgr. Petrus Canisius Mandagi di Gereja Kathedral Merauke, Sabtu (20/1/2024).

Pastor Wilfridus Fallo, putra kelahiran TTS (Timor Tengah Selatan) Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, ditahbiskan Uskup Mandagi bersama 2 pastor, yakni RD Stefanus Mahuze dan RD Simon Petrus Laian melalui urapan suci Imamat. Imamat, dalam Gereja Katolik merupakan sebuah sakramen, urapan suci tahbisan yang diterimakan kepada calon imam untuk menjalani hidup klerus dan bekerja di ladang Tuhan sebagai gembala umat.

Tahbisan imamat, tentu tidak begitu saja diberikan. Seorang calon imam harus menjalani masa-masa pembentukan melalui tempaan pendidikan khusus di sebuah persemaian. Lembaga khusus ini yang dikenal dengan Seminari, yakni mulai dari Seminari Menengah hingga Seminari Tinggi.

Baca Juga : Nicolaus Kondomo Maju di Pilgub Papua Selatan 2024, Dukungan Masyarakat Terus Mengalir

Pastor Wilfridus menjalani panggilan menuju Imamat melalui tempaan pendidikan di kedua Seminari itu, mulai dari Seminari Menengah di Oepoi Kupang, Nusa Tenggara Timur hingga di Studi Filsafat dan Teologi di Jayapura serta Seminari Tinggi Pastor Bonus Kelapa Lima Merauke.

Di momen, misa syukur perdana itu, Pastor Wilfridus Fallo meneteskan airmata mengenang kisah perjalanan panggilannya menuju imamat suci yang penuh liku-liku. Entah, airmata dukacita, sukacita, terharu maupun airmata kebahagiaan. Semua bercampur menjadi satu.

“Ijinkan saya untuk mengucap terima kasih banyak untuk semua pihak yang sudah turut serta dalam perjalanan panggilan saya. Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih kepada Yang Mulia Uskup Agung Merauke yang telah menerima saya dan mentahbiskan saya sebagai imam di Keuskupan Agung Merauke.”

Baca Juga : SDN 1 Merauke Dipalang, 524 Siswa Tak Bisa Sekolah

“Saya juga berterima kasih kepada kedua orangtua saya, seluruh pastor, para diakon, suster, frater, bruder, para seminaris, sahabat, kenalan, seluruh umat Allah yang telah mendukung saya dengan caranya masing-masing baik secara moril maupun materiil.”

“Dan juga kepada seluruh Keluarga Besar Nekmese, (Kerukunan Keluarga TTS, red) yang sejak pertama kali menerima saya di Merauke dan telah berupaya keras mendukung saya sampai saat ini,” ucap Wilfridus dengan mata berkaca-kaca memberi sambutan di Resepsi Syukur Imam Baru.

Perjalanan menuju puncak Imamat dijalani oleh Pastor Wilfridus Fallo bertahun-tahun penuh dengan liku-liku hidup. Ada pengelaman duka maupun sukacita. Orangtua, keluarga serta sanak saudara selalu memberikan support lewat doa, nasehat dan dukungan semangat untuk tetap setia pada panggilan menuju Imamat.

Baca Juga : Kakek Tua Ditemukan Tewas Telungkup di Dalam Rumahnya di Kompleks Pasar Baru Merauke

Pantauan media ini, prosesi Misa Syukur Perdana RD. Wilfridus Fallo di aula Bina Pangkat Kelapa Lima Merauke didampingi belasan pastor konselebran dan dihadiri ratusan umat Katolik baik dari Kerukunan Keluarga Nekmese TTS, Ikatan Keluarga Besar Flobamora Merauke maupun masyarakat.

Perayaan Misa Syukur Imamat memadatkan Pastor Ayustus Erasmus Lim sebagai imam pengkhotbah dengan motto tahbisan RD Wilfridus Fallo, Pr “Di Dalam Dia, Sama Sekali Tidak Ada Kegelapan  (1 Yoh 1:5).”

Dalam khotbah Pastor Ayustus menjelaskan motto tahbisan RD Wilfridus Fallo selaras dengan pengelaman perjalanan panggilan yang dialami Pastor Wilfridus mulai dari masuk Seminari hingga diurapi dengan tahbisan sebagai seorang imam.

Baca Juga : Ahli Dewan Pers Sebut Kerja Jurnalistik Tak Bisa Dipidana

“Kegelapan, menyebabkan dosa, lalu dosa membuat hidup manusia menderita. Jadi Pastor Wilfridus mengatakan kepada kita bahwa ketika menjalani panggilan hingga menjadi seorang imam (pastor), banyak tantangan dihadapi serta beban salib yang harus dipikul,” ungkapnya.

“Menjawabi panggilan Tuhan, kadang dengan tetesan air mata, isak tangis dan lain-lain. Ya, saya pernah melihat Pastor Wilfridus Fallo menangis terharu, setelah dinasehati seniornya Pastor France Luan. Tentu, dalam menjawabi panggilan Tuhan itu butuh totalitas, ketaatan, iman, ketabahan, kesetiaan dan kerendahan hati,” pesan Pastor Ayustus dalam khotbahnya. (*)

Penulis : Hendrik Resi
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646