0%
logo header
Kamis, 24 Maret 2022 07:23

Musrenbang RKPD Tahun 2023, Pemda Buteng Fokus Tiga Isu Strategis

Falihin
Editor : Falihin
Asisten II Setda Buteng Arsidik Patola (tengah).
Asisten II Setda Buteng Arsidik Patola (tengah).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Rencana 2023.

Musrenbang yang mengangkat tema: “Pemantapan Pelayanan Dasar Dalam Rangka Mewujudkan Pembangunan Manusia Kabupaten Buton Tengah Yang Unggul” ini dihadiri sejumlah tamu undangan seperti kepala OPD, FKPD, anggota DPRD kabupaten Buteng. Kegiatan ini berlansung di Gedung Azzahra, Selasa (22/03/22).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Buteng yang diwakili oleh Asisten II Setda Buteng, Arsidik Patola dalam sambutannya, berharap agenda Musrenbang kali ini tidak hanya dijadikan sebagai rutinitas tahunan belaka, tetapi mampu berimplikasi pada pada manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga : Indosat dan Mastercard Kolaborasi Hadapi Tantangan Keamanan Siber

“Agenda Musrenbang dapat dijadikan dasar dalam penentuan program dan kegiatan organisasi perangkat daerah yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” kata Arsidik saat membawakan sambutan Bupati.

Pelaksanaan Musrenbang RKPD tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional , dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah

Arsidik menjelaskan, berkaitan dengan kondisi saat ini dan perkiraan tahun 2023, tiga isu srategis mesti menjadi fokus dari Pemda Buteng yakni Pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2024, pemulihan ekonomi dan peningkatan IPM, penurunan stunting dan angka kemiskinan, serta pengembangan kapasitas ASN.

Baca Juga : Satgas PASTI Blokir 13 Entitas Pinjol Ilegal, Modus Investasi Tanpa Izin

“Dengan visi Pemerintah Kabupaten Buteng yakni mewujudkan pembangunan berbasis pengembangan potensi wilayah menuju Buteng yang berkah (bersih, sejahtera, produktif, agamis dan harmonis) itulah wajah Buton Tengah yang akan kita tampilkan ke depannya,” ungkap Arsidik.

Musrenbang tahun ini, lanjut Arsidik, merupakan agenda Musrenbang terakhir masa kepemimpinan Samatau dari tahun 2017 sampai 2022, karena masa jabatan bupati akan berakhir pada Mei 2022 mendatang.

Arsidik berharap hal tersebut tidak menurunkan kinerja ASN Daerah karena roda pemerintahan harus terus berjalan

Baca Juga : Revitalisasi Kompleks Makam Arung Palakka dan Pattingalloang, Bupati Gowa: Terimakasih Polda Sulsel

“Selama perjalanan periode 2017-2022 banyak keberhasilan yang kita capai dengan banyaknya perolehan pengakuan dan penghargaan baik ditingkat Provinsi maupun Nasional dan itu semua bisa diraih berkat adanya kerjasama yang baik serta kerja keras dari semua pihak mulai dari aparatur desa hingga Kabupaten,” beber Arsidik.

Dalam kegiatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Buton Tengah, Suharman berharap agar program-program yang dilahirkan dalam Musrenbang itu dapat memperkuat ekonomi masyarakat setempat.

Pernyataan tersebut ia sampaikan tidak terlepas dari kondisi saat ini, dimana masyarakat di Indonesia secara umum masih berjuang melawan wabah Virus Corona Desiase atau Covid-19 yang menjadi momok bagi siapa saja.

Baca Juga : OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Evaluasi Dampak Konflik di Timur Tengah

“Harapan saya agar di dalam Musrenbang ini bisa melahirkan program-program yang dapat memperkuat ekonomi masyarakat agar kita bisa keluar dari zona saat ini,” ucapnya.

Menurut Suharman, Buteng dalam pandemi Covid-19 saat ini telah membuat ekonomi masyarakat menjadi lemah.

Tidak sedikit masyarakat tingkat menengah kebawah menjadi terdampak. Kondisi inilah yang membuatnya menjadi prihatin.
Atas dasar tersebut, Suharman mengharapkan agar pemerintah daerah juga bisa membuat kebijakan maupun program-program yang bisa langsung bersentuhan atau bahkan memberdayakan masyarakat sehingga tekanan dari dampak Covid-19 bisa berkurang.

Baca Juga : OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Evaluasi Dampak Konflik di Timur Tengah

Suharman juga tidak memungkiri dan bahkan memuji adanya berbagai pembangunan infrastruktur yang telah dihasilkan oleh pemerintah daerah saat ini. Namun, dirinya juga tidak bisa melihat sebelah mata kondisi masyarakat Buton Tengah yang saat ini terus berjuang di tengah pandemi Covid-19 yang bisa saja menyerang. (*)

Penulis : Rudi Ard
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646