REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak seluruh mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk menjadi agen literasi keuangan dan penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai sektor jasa keuangan. Pengetahuan yang diperoleh di kampus diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga, teman, dan komunitas di sekitarnya.
“Mahasiswa dan mahasiswi ini betul-betul menjadi agen perubahan. Informasi yang diperoleh dapat dibagikan kepada teman-teman sekitar, keluarga, dan kerabat sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami sektor jasa keuangan,” ujarnya, dalam OJK Mengajar bertajuk “Kenali, Pahami, dan Jelajahi OJK dan Sektor Jasa Keuangan”, di Unhas Makassar, kemarin.
Baca Juga : Bupati Gowa Targetkan Kontingen Raih 143 Medali di Porprov XVIII Sulsel
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) OJK ke-15
Hernawan mengungkapkan, keberadaan agen literasi ini untuk mendorong peningkatan pemahaman sektor jasa keuangan, pengembangan kewirausahaan, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara bijak.
Lanjutnya, OJK memiliki mandat untuk mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan serta melindungi konsumen. Mandat tersebut dijalankan untuk menjaga industri jasa keuangan tetap sehat dan berkelanjutan, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta mendukung perekonomian. Tak hanya itu, OJK terus memperkuat peran industri jasa keuangan dalam pengembangan ekosistem sektor riil di daerah.
Baca Juga : Bantu Warga Luar Kota Berobat, YBM PLN UIP Sulawesi Siapkan Rumah Singgah Pasien di Makassar
“Lembaga jasa keuangan dilibatkan untuk mendukung pembiayaan, peningkatan produktivitas, penguatan rantai pasok, hingga perluasan akses pasar bagi komoditas unggulan daerah,” katanya.
Ia menambahkan, di wilayah Sulawesi, pengembangan ekosistem tersebut antara lain mencakup kakao, pisang Cavendish, dan rumput laut. Pada komoditas kakao, penguatan dilakukan melalui peningkatan produktivitas perkebunan, fermentasi untuk meningkatkan mutu biji kakao, hingga hilirisasi produk cokelat. Sementara itu, pengembangan pisang Cavendish mencakup budi daya, pemenuhan standar pasar, serta penguatan rantai pasok dan akses pembeli atau offtaker.
“Kita ingin kondisi industri keuangan di daerah itu bagus, tetapi juga memberikan nilai tambah untuk ekonomi di daerah-daerah semua,” ujar Hernawan.
Baca Juga : Putusan Praperadilan Diabaikan, Kuasa Hukum Bahtiar Soroti Bukti Lama dalam Penetapan Tersangka Kedua
Lanjutnya, mahasiswa juga diharapkan mengembangkan semangat kewirausahaan sejak masa perkuliahan agar mampu menciptakan peluang usaha dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara, dalam aspek perlindungan konsumen, generasi muda juga diingatkan untuk mewaspadai perilaku konsumtif, fear of missing out (FOMO), penyalahgunaan data pribadi, investasi ilegal, dan penipuan keuangan digital. Mahasiswa perlu memahami manfaat dan risiko produk keuangan serta memastikan legalitas penyelenggara sebelum menggunakan layanannya.
Sementara, Wakil Rektor Unhas Subehan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan civitas academica untuk memperoleh pemahaman langsung dari praktisi.
Baca Juga : Bawa Baterai 6500 mAh dan Performa Juara, Realme C01 Kini Resmi Hadir di Indonesia
“Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkaya pembelajaran dan meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk terjun ke masyarakat,” katanya.
