REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi menilai bahwa sektor jasa keuangan masih tetap tumbuh positif sepanjang 2026.
“Optimistis tren positif kinerja sektor jasa keuangan di 2026 bisa berlanjut dengan mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi, serta kebijakan-kebijakan yang diambil,” terangnya, saat hadir dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, di Jakarta, kemarin.
Ia mengatakan, kredit perbankan diproyeksikan tumbuh sebesar 10 hingga 12 persen, didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 7 hingga 9 persen. Kemudian, pada kinerja aset program asuransi diperkirakan tumbuh sebesar 5 hingga 7 persen. Adapun aset program dana pensiun diperkirakan tumbuh 10 hingga 12 persen.
Baca Juga : OJK Tegaskan Debitur Pelaku Kejahatan Perbankan Bisa Dipidana
“Begitu juga pada aset program penjaminan diperkirakan tumbuh 14 hingga16 persen,” tambahnya.
Untuk piutang pembiayaan pada Perusahaan Pembiayaan juga diproyeksikan tumbuh 6 hingga 8 persen. Di pasar modal, penghimpunan dana ditargetkan Rp250 triliun.
Total permintaan skor kredit melalui Innovative Credit Scoring diperkirakan mencapai 200 juta permintaan. Nilai transaksi yang disetujui oleh mitra Aggregator diproyeksikan tumbuh hingga Rp27 triliun.
Baca Juga : PLN UPP Sulsel Berbagi Santunan bagi Anak Panti di Momen Ramadan
“Sementara itu, jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto (AKD-AK) ditargetkan tumbuh 26 persen,” kata Friderica.
OJK akan melakukan review outlook secara berkala untuk diselaraskan dengan perkembangan pertumbuhan outlook ekonomi nasional. Sinergi kebijakan dengan berbagai pihak baik Pemerintah, otoritas moneter, industri jasa keuangan, para pelaku usaha, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dibutuhkan dalam mengoptimalkan peran SJK bagi perekonomian nasional.
Sebelumnya, dalam pertemuan tersebut OJK menetapkan tiga kebijakan prioritas di 2026 dalam mendukung kinerja industri jasa keuangan tetap kuat. Antara lain, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang kontributif dan pendalaman pasar keuangan, serta pengembangan keuangan berkelanjutan.
Baca Juga : Pimpin Konsolidasi Kader di Takalar, Syaharuddin Alrif Targetkan NasDem Tambah Kursi di Dapil Sulsel I
“Kondisi fundamental perekonomian dan juga kinerja sektor jasa keuangan sangat solid menjadi modalitas yang sangat penting untuk kelanjutan kita ke depan. Kami berterima kasih atas seluruh program-program prioritas pemerintah,” sebut Friderica.
