0%
logo header
Kamis, 05 Maret 2026 04:26

OJK Sulselbar Catat Aktivitas Industri Keuangan Non Bank Berjalan Positif

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin saat diwawancarai awak media, di Kantor OJK Sulselbar. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin saat diwawancarai awak media, di Kantor OJK Sulselbar. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat kinerja pada Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) berjalan positif dengan kondisi positif dan beragam antar industri.

Mulai dari penyaluran pembiayaan pada perusahaan pembiayaan, modal ventura, pergadaian, dana pensiun, penjaminan, maupun perasuransian.

“Dengan pertumbuhan positif di sektor ini mampu menjalankan fungsi intermediasi keuangan secara optimal. Hal ini membantu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang lebih beragam dan fleksibel,” terang Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin, dalam pernyataan resminya, kemarin.

Baca Juga : Sinergi Kemenkum Sulsel dan Pemkab Sinjai, Dorong Pemanfaatan KI untuk Pemberdayaan Masyarakat

Ia mengungkapkan, pada penyaluran pembiayaan pada perusahaan pembiayaan tumbuh 0,14 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dengan capaian Rp19,06 triliun di Desember 2025 dari tahun sebelumnya Rp18,98 triliun.

Di sisi modal ventura juga mencatat pertumbuhan 7,97 persen yoy atau Rp360 miliar dari Rp333 miliar di tahun sebelumnya. Selain itu, total aset dana pensiun yang tumbuh 8,28 persen atau mencapai Rp1,74 triliun di 2025, dan total penjaminan lembaga penjaminan tumbuh 36,64 persen dengan capaian Rp1,01 triliun.

Termasuk pula pada outstanding pinjaman di fintech lending atau pinjaman daring (Pindar) yang tumbuh 34,56 persen atau mencapai Rp2,39 triliun.

Baca Juga : Muscab PPP se-Sulsel: Kandidat Ketua DPC Diikat Pakta Integritas, Figur Eksternal Wajib Ikut Uji Kelayakan

“Di sektor ini kami melihat bahwa total premi dan klaim pada perusahaan asuransi terkontraksi masing-masing sebesar -8,10 persen dan -16,82 persen,” sebutnya.

Pertumbuhan IKNB memberikan manfaat dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui perusahaan pembiayaan, modal ventura, termasuk Pindar, pelaku usaha dapat memperoleh tambahan modal untuk mengembangkan usahanya tanpa harus sepenuhnya bergantung pada perbankan.

“Pertumbuhan IKNB berperan penting dalam mendorong aktivitas ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing usaha lokal di Sulawesi Selatan,” katanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646