0%
logo header
Jumat, 07 Agustus 2026 04:34

OJK Sulselbar Catat Penyaluran Kredit di Sulsel Terbanyak ke Sektor Produktif

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin (tengah), dalam Media Breafing Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin (tengah), dalam Media Breafing Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan hingga Juni 2026 masih didominasi oleh sektor produktif.

Kondisi tersebut menunjukkan intermediasi perbankan di daerah terus diarahkan untuk menopang aktivitas ekonomi dan pembiayaan usaha.

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin mengatakan bahwa penyaluran kredit produktif mencapai Rp91,89 triliun hingga Juni 2026. Nilai tersebut setara dengan 52,28 persen dari total penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan sebesar Rp176,30 triliun.

Baca Juga : Karebosi Disiapkan Jadi Pusat HUT Ke-81 RI, Pemkot Makassar Matangkan Seluruh Persiapan

“Dari total penyaluran kredit perbankan Sulawesi Selatan hingga Juni 2026, penyaluran untuk kredit produktif sebesar Rp91,89 triliun,” ungkapnya, dalam keterangannya, kemarin.

Sementara itu, penyaluran kredit untuk kebutuhan konsumtif tercatat sebesar Rp82,50 triliun, dengan porsi 47,72 persen dari total kredit perbankan.

Muchlasin menambahkan, dominasi kredit produktif tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat peran sektor perbankan terhadap perekonomian Sulawesi Selatan. Dengan porsi lebih dari separuh total kredit, pembiayaan produktif berpotensi memperkuat kegiatan usaha, investasi, serta ekspansi sektor-sektor ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa.

Baca Juga : Hadirkan Program Beli Motor Gratis Motor, Cara PT SJAM Peringati 70 Tahun Yamaha Indonesia dan HUT RI ke-81

Di sisi lain, kredit konsumtif yang mencapai Rp82,50 triliun tetap memiliki kontribusi signifikan terhadap struktur penyaluran kredit daerah.

“Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan intermediasi perbankan Sulawesi Selatan ditopang oleh keseimbangan antara pembiayaan aktivitas produktif dan kebutuhan konsumsi masyarakat,” terangnya.

Sebelumnya, penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan hingga Juni 2026 mencapai Rp176,30 triliun. Angka tersebut tumbuh 5,27 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga : Indosat, Nokia, dan NVIDIA Kolaborasi Hadirkan Zankore, Platform AI Terintegrasi untuk Asia-Pasifik

Pada Juni 2025, total penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan tercatat sebesar Rp167,47 triliun. Dengan demikian, dalam kurun waktu satu tahun terjadi peningkatan penyaluran sekitar Rp8,83 triliun.

“Ada kenaikan 5,27 persen untuk penyaluran kredit kita di periode ini. Di mana, untuk Juni 2025 Rp167,47 triliun kemudian naik menjadi Rp176,30 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, adanya pertumbuhan penyaluran kredit secara tahunan mencerminkan adanya peningkatan aktivitas intermediasi perbankan di tengah dinamika perekonomian daerah. Olehnya, pihaknya akan terus mendorong agar pertumbuhan penyaluran kredit dapat berjalan secara sehat sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan sektor riil dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.

Baca Juga : PLN Perkuat Sinergi dengan DPRD Sulsel Hadirkan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berkelanjutan

“Apalagi hal ini didukung dengan kualitas kredit atau Noan Performing Loan (NPL) di level yang terkendali yaitu 3,70 persen,” kata Muchlasin.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646