REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pelaku usaha kreatif yang berfokus di sektor kepariwisataan didorong agar mulai melirik pasar digital melalui pemasaran produk berkualitas.
Upaya ini pun menjadi konsen Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan menggelar Pelatihan Strategi Promosi Produk Ekonomi Kreatif Kepariwisataan Kabupaten Gowa Tahun 2025. Pertemuan ini dibuka langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, di Hotel Grand Makassar.
Andy Azis mengatakan bahwa pelatihan ini untuk membantu meningkatkan kapasitas pengetahun para pelaku usaha dan ekonomi kreatif di sektor pariwisata dalam mengelola usaha.
Baca Juga : Pesta Siaga Perdana di Gowa jadi Ruang Belajar Nilai-nilai Kepramukaan
“Pendidikan dan pelatihan bagi para ekonomi kreatif kepariwisataan ini betujuan untuk menigkatkan kemampuan dan menjamin mutu serta kepancaran pelayanan kepariwisataan di Kabupaten Gowa,” ujarnya, dalam kegiatan, kemarin.
Apalagi menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata di Kabupaten Gowa telah menumbuhkan gejala peningkatan yang signifikan. Sehingga, untuk lebih mengoptimalkan akselerasi serta mengupayakan posisi sektor pariwisata sebagai katalisator bagi sektor lainnya maka sangat dibutuhkan suatu perencanaan yang dapat memberikan multiplier effect.
“Langkah ini juga menjadi upaya mendorong proses percepatan aktivitas ekonomi di tingkat lokal,” jelasnya.
Baca Juga : Sinergi Kemenkum Sulsel dan Pemkab Sinjai, Dorong Pemanfaatan KI untuk Pemberdayaan Masyarakat
Ia pun mendorong seluruh pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Gowa untuk memanfaatkan platform digital sosial media dalam mempromosikan produk lokal kepariwisataan di Kabupaten Gowa. Pasalnya, saat ini pengguna produk baik berupa jasa maupan barang, hampir semua menggunakan media sosial dalam melakukan transaksi dan mencari penyedia jasa tertentu.
“Hal ini menjadi tantangan bagi para pelaku usaha ekonimo kreatif untuk hadir pasan platform-platform sosial media agar user atau pengguna mudah menemukan jasa atau produk yang bapak ibu jual,” ungkapnya.
Selain itu, pelaku usaha kepariwisataan den ekonomi kreatif juga diharapkan mampu membangun dan mendesain brand secara online melalui pemanfaatan platform digital. Sebab, di era komunikasi online, digital branding menjadi salah satu cara rasional untuk menyampaikan nilai produk dan membangun koneksi pemasaran.
Baca Juga : Muscab PPP se-Sulsel: Kandidat Ketua DPC Diikat Pakta Integritas, Figur Eksternal Wajib Ikut Uji Kelayakan
“Karena ini sejalan dengan tujuan utama dari digital marketing adalah menjangkau target konsumen dengan lebih efektif dan efisien serta dapat merangkul lebih cepat, tepat dan luas,” terangnya.
Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Disparbud Kabupaten Gowa, Suhraini Syafruddin mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari atau sejak 30 Juli hingga 1 Agustus 2025. Dalam pertemuan diikuti sebanyak 39 peserta dari pelaku ekonomi kreatif sektor pariwisata di Kabupaten Gowa.
Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha terkait pemasaran online, memahami pentingnya kualitas dan inovasi produk, meningkatkan penjualan dan pendapatan, serta mengajak target audiens melakukan pembelian.
Baca Juga : Gagas Desa Siaga Bencana di Kelurahan Katimbang, PLN UIP Sulawesi Raih Penghargaan Pemkot Makassar
“Pada kegiatan ini kami menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi, yaitu dari Poltekpar Makassar, Manager Marketing Lippo Sulawesi, Owner Mimilicious yang akan memberikan materi, diskusi dan praktek,” tambahnya.
