0%
logo header
Jumat, 08 Maret 2024 11:17

Pemda Lutra Turunkan 10 Ton Beras di Gerakan Pangan Murah

Suasana pasar murah yang digelar pemda Luwu Utara . (ist)
Suasana pasar murah yang digelar pemda Luwu Utara . (ist)

REPUBLIKNEWS.CO.ID,LUWU UTARA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) menurunkan 10 ton beras dalam Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Utara baru-baru ini.

Menawarkan harga di bawah pasaran, beras tersebut ludes diserbu masyarakat. Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP, Silvia Yasin menyebut, setiap warga yang hendak membeli beras dijatah hanya mendapat 10kg masing-masing kemasan 5 Kg dengan harga per kemasan Rp.53.000.

“Masyarakat sangat antusias, makanya setiap warga kita jatah agar semua kebagian. Terbukti 10 ton beras yang kita tawarkan ludes dalam sehari,” terangnya di lokasi Gerakan Pangan Murah.

Baca Juga : Kembali Gelar Pangan Murah, Indah : Upaya Tekan Laju Inflasi

Tidak hanya beras, Silvia menuturkan beberapa komoditi lainnya juga dihadirkan dalam gerakan pangan murah ini, diantaranya gula pasir, terigu, minyak goreng, telur, cabai, bawang merah dan bawang putih.

“Komoditi yang kami hadirkan adalah kebutuhan pokok masyarakat, apalagi harganya di pasaran saat ini mengalami peningkatan sehingga kami siapkan untuk membantu masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan kegiatan serupa akan sering kali diadakan, termasuk pertengahan ramadan mendatang. Harapannya masyarakat dapat terbantu dengan harga yang lebih murah yang juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi.

Baca Juga : Gerakan Pangan Murah Hadir di Bone-bone, Warga Dilayani Langsung Bupati Luwu Utara

“Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini sudah sering kita lakukan dan InsyaAllah kedepan akan kembali kita selenggarakan terlebih kegiatan ini terlaksana atas kerjasama pihak Ketahanan Pangan Provinsi,” tuturnya.

Di waktu yang sama, Mama Hendra salah satu warga mengaku terbantu dengan adanya pangan murah yang ditawarkan pemerintah daerah. Ia mengaku rela antri untuk mendapatkan beras dan minyak kelapa.

“Tidak apa kita antri asal dapat, lumayan harganya cukup jauh beda dengan yang di pasar. Walaupun kita hanya diperbolehkan 10 kg itu sudah membantu,” tuturnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646