0%
logo header
Rabu, 28 Desember 2022 21:11

Pemilih Cerdas ke Anies, Prabowo-Ganjar Berebut Kaum Grassroot

Rizal
Editor : Rizal
Direktur Eksekutif PT IPI, Suwadi Idris Amir membeberkan analisisnya dalam diskusi politik bertajuk 'Bedah Peluang AIA dan Prabowo di Sulsel Menuju 2024' di Makassar, Rabu (28/12/2022). (Foto: Istimewa)
Direktur Eksekutif PT IPI, Suwadi Idris Amir membeberkan analisisnya dalam diskusi politik bertajuk 'Bedah Peluang AIA dan Prabowo di Sulsel Menuju 2024' di Makassar, Rabu (28/12/2022). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – PT Indeks Politica Indonesia (IPI) baru saja menyelesaikan survei mereka di Sulawesi Selatan terkait Pilpres 2024 mendatang. Riset menemukan kecenderungan pemilih cerdas mendukung Anies Baswedan.

“Sementara kalangan grassroot, kalangan menengah ke bawah, itu cenderung ke Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Namun di kalangan menengah ke bawah itu, Prabowo masih primadona,” kata Direktur Eksekutif PT IPI, Suwadi Idris Amir dalam diskusi politik bertajuk ‘Bedah Peluang AIA dan Prabowo di Sulsel Menuju 2024‘ di Makassar, Rabu (28/12/2022).

Menurutnya, kelebihan Ganjar adalah kemampuan menarik simpati dari pendukung fanatik Jokowi di Sulsel. Meskipun sebenarnya, masih banyak pendukung Jokowi yang belum menentukan sama sekali.

Baca Juga : Gelar Seminar Nasional Arbitrase, Fakultas Hukum Unhas Siap Bermitra dengan BANI

Strong voters Prabowo itu tinggi, sekitar 28 persen. Dengan asumsi itu saya berani mengatakan Prabowo masih akan leading di Sulsel jika maju di Pilpres nanti. Asalkan head to head dan tidak ada tokoh Sulsel yang digandeng sebagai calon wakil presiden oleh Anies ataupun Ganjar,” bebernya.

Suwadi memprediksi, baik Prabowo maupun Ganjar sama-sama menunggu restu dari Jokowi. Kondisi ini menempatkan posisi Anies, sebagai oposisi, lebih berpeluang menang jika Pilpres digelar dua putaran.

“Anies adalah satu-satunya perwakilan oposisi saat ini. Sehingga peluang menangnya besar kalau tiga calon. Namun bila head to head, apalagi jika Prabowo berpasangan dengan Ganjar, maka peluang justru berada ditangan Prabowo-Ganjar,” tambahnya.

Baca Juga : 70 Warga Binaan Penyalahgunaan Narkotika Rutan Makassar Ikut Program Rehabilitasi Medis

Langkah Anies yang terlalu cepat memproklamirkan diri sebagai bakal calon presiden juga dianggap sebagai langkah blunder. Terlepas dari segala kelebihan, start lebih awal membuka peluang bagi rival untuk melakukan mitigasi.

“Gerak terlalu awal memiliki kelebihan dan kekurangan. Minusnya, adalah mudah diukur. Saya yakin lawan pasti sementara mengukur gerakan Anies. Siapa donaturnya, bagaimana kemampuan finansialnya, di mana basis jaringannya dan lain-lain,” tegas Suwadi.

Keputusan Prabowo untuk tidak bergerak lebih awal dianggap Suwadi sebagai langkah yang tepat. Mengingat posisinya sebagai Menteri Pertahanan RI menjadi taruhan sekira ia bergerak tanpa restu Jokowi.

Baca Juga : Event Beautiful Malino Berhasil Masuk KEN Kemenparekraf 2023

“Elektoral Prabowo akan sangat ditentukan oleh kinerjanya selama menjabat Menhan. Sehingga wajar jika dia lebih fokus pada tugas-tugas jabatannya saat ini,” tambah Analis Politik dari Universitas Pancasakti, Sakral Wijaya Saputra.

Sakral menyebutkan, dari seluruh bakal calon, hanya Prabowo yang sudah pasti tidak perlu saling sikut figur internal partai sendiri. Terlebih Gerindra merupakan partai terbesar ketiga di Indonesia saat ini.

Kondisi berbeda dihadapi oleh Ganjar yang masih harus bersaing dengan Puan Maharani di internal PDIP. Begitupun Anies yang meski sudah mengantongi janji NasDem, namun belum mendapatkan koalisi yang jelas.

Baca Juga : Kadivyankum Kanwil Kemenkumham Sulsel Tekankan Target Serapan Anggaran Triwulan Pertama Tercapai

“Berdasarkan semua indikator-indikator ini, Pak Prabowo memiliki peluang paling besar untuk kembali berkontestasi di Pilpres 2024 mendatang ketimbang figur bakal calon lainnya,” tegas Sakral.

Tidak hanya itu, kalangan pengusaha konon lebih menyukai bila Indonesia dipimpin oleh Prabowo. Sebab hegemoni ekonomi Tiongkok yang saat ini menguasai hampir seluruh sektor ekonomi di Indonesia dapat kembali ke pangkuan pribumi.

“Negara lain pasti akan selalu punya kepentingan di Pilpres Indonesia. Blok barat yang diwakili Amerika dan sekutu NATO kemungkinan besar akan meng-endorse lulusan Amerika, pak Anies. Sedangkan blok timur yang diwakili Tiongkok dan Rusia tentu akan cenderung ke PDIP. Hanya Prabowo yang berada di tengah-tengah, itu posisi yang bagus, tapi sekaligus tidak bagus. Karena terbukti sudah tiga kali kalah,” demikian Suwadi. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646