0%
logo header
Sabtu, 24 November 2018 14:32

Pemkab Pinrang Akan Kembalikan Kejayaan Udang Windu

Temu Lapangan Perikanan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pinrang di kawasan lahan tambak Wae Tuoe, Kecamatan Lanrisang, Rabu (21/11/2018).
Temu Lapangan Perikanan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pinrang di kawasan lahan tambak Wae Tuoe, Kecamatan Lanrisang, Rabu (21/11/2018).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PINRANG – Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Kelautan dan Perikanan menggelar Temu Lapang Perikanan, Rabu (21/11/2018) di kawasan lahan tambak Wae Tuoe Kecamatan Lanrisang.

Pertemuan tersebut sebagai upaya untuk mengembalikan kejayaan Udang Windu yang sudah sangat jarang dijumpai di kabupaten Pinrang, Dikarenakan petani tambak menghadapi berbagai masalah dalam pengembang biakannya.

Hadir dalam Temu Lapang tersebut, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel, Sulkaf S Latief, Pihak BI, beberapa Balai perikanan Sulsel, serta para petani tambak, dan berbagai stakholder yang ada diluar Kabupaten Pinrang.

Baca Juga : Toyota Expo by Kalla Hadirkan Ragam Program Spesial Bagi Pelanggan

Sulkaf S Latief, selaku Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel menyampaikan bahwa, Gubernur Sulsel sangat memperhatikan budidaya udang windu.

“Gubernur Sulsel sangat memperhatikan budidaya udang windu, Pinrang merupakan Kabupaten terbaik terhadap produksi dan budidaya udang windu di Sulsel,” Ungkap Sulkaf.

Sementara Kadis Perikanan Kabupaten Pinrang, Ir. Budaya, dalam laporannya dari data yang ia peroleh, luas lahan tambak yang ada di sekitar wilayah Lanrisang dan sekitarnya ada 1600 hektar.

Baca Juga : Hilux Rangga Akan Pra Launching di Toyota Expo by Kalla

Bupati Pinrang, Aslam Patonangi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemkab Pinrang sangat memperhatikan produksi budidaya udang windu, ikan bandeng dan rumput laut.

“Dengan kondisi lahan tambak di Pinrang yang variatif, maka penanganannya juga berbeda pula. Hal ini telah dilakukan pihak Pemkab dalam memperhatikan produksi budidaya udang windu, ikan bandeng dan juga rumput laut,” Ungkapnya.

Selain itu, Lanjut Aslan Patonangi, pola budidaya petani tambak sudah mulai beralih dengan memilih pupuk organik. yang dinilai lebih ramah lingkungan. Untuk itu temu lapang yang dilakukan dengan harapan sebagai langkah awal mengembalikan kejayaan udang windu di Sulsel.

Baca Juga : OJK: Sektor Jasa Keuangan Indonesia Stabil, Kinerja Perbankan Positif

(Syaiful)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646