0%
logo header
Selasa, 30 Maret 2021 11:21

Pemprov Sultra Laksanakan Business Matching Buat Temukan Pengusaha Muda

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Wagub Sultra Lukman Abunawas saat membuka kegiatan Business Matching. Foto: Kominfo Sultra
Wagub Sultra Lukman Abunawas saat membuka kegiatan Business Matching. Foto: Kominfo Sultra

REPUBLIKNEWS.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) dan OXFAM melaksanakan kegiatan Business Matching (BM).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas serta turut hadir Sekda Sultra Hj. Nur Endang Abbas, Kepala Biro Ekonomi Setda Sultra Yuni Nurmalawati, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra Muhammad Yusuf, Kepala Dinas Perindag Sultra Siti Saleha, Kepala Dinas Pariwisata Sultra Laode Syaifuddin dan Kepala OJK Sultra Moh. Fredly Nasution.

BM bertujuan menemukan calon pengusaha muda perempuan dan laki-laki yang memiliki perspektif gender kuat dan berorientasi pada perbaikan planet serta komunitas sosial. Planet, People dan Profit. Melahirkan pengusaha muda dengan pasar dan permodalan.

“Ke 11 pengusaha muda yang telah terorganisir melalui Youth Hub, Youth Entrepreneur Solution (YES) Sultra, mempresentasikan produk mereka di hadapan pengusaha, calon investor, BUMD, Lembaga keuangan Bank dan Non Bank serta TPKAD Sultra,” tutur Kadis Kadis Kominfo Sultra Ridwan Badallah melalui Rilis Persnya, Senin (29/03/2021)

Kegiatan BM diikuti oleh 11 anak muda yang meruapakan hasil seleksi dari 200 peserta yang mendaftar.

“Sebelumnya ada 200 anak muda yang mengikuti training kewirausahaan di Sultra. Terseleksi 39 anak untuk mengikuti mentoring. Lalu, hanya terpilih 11 anak muda dari Kota Kendari, Kota Baubau dan Wakatobi untuk mengikuti Business Matching (BM),” jelasnya.

Lanjutnya, BM merupakan kegiatan dari rangkaian program Empowering Youth For Work (EYW) di support OXFAM Indonesia atas kerja sama dengan IKEA Belanda, dimana ASPPUK sebagai konsultan bisnisnya untuk wilayah Sultra dan Sulsel.

“7Hasil survey OXFAM dan ASPPUK menemukan hanya 0,21 persen anak muda di Sultra dan Sulsel yang saat ini terjun dalam wirausaha. Masih jauh dari target minimal nasional 2%,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Pemprov Sultra yakin ke-11 peserta BM tersebut bakal menjadi pengusaha yang luar biasa baik di daerah maupun di level nasional.

“10 sampai 20 tahun kedepan, mereka akan menjadi pengusaha sukses yang memiliki perspektif gender dan lingkungan yang kuat Social Entrepreneur,” pungkasnya. (Akbar Tanjung)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646