0%
logo header
Senin, 13 Mei 2024 15:17

Pencanangan Pekan Imunisasi Dunia di Sulsel Dimulai, Zero-Dose Jadi Fokus Utama

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Sulawesi Maluku, Henky Widjaja (kanan), Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin (kedua kiri), dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan M Ishaq Iskandar (tengah) berfoto bersama ibu dan anak yang akan melakukan imunisasi, di sela-sela Pencapaian PID 2024, di Ruang Pertemuan Puskesmas Tamalate Makassar, Senin, (13/05/2024). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Sulawesi Maluku, Henky Widjaja (kanan), Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin (kedua kiri), dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan M Ishaq Iskandar (tengah) berfoto bersama ibu dan anak yang akan melakukan imunisasi, di sela-sela Pencapaian PID 2024, di Ruang Pertemuan Puskesmas Tamalate Makassar, Senin, (13/05/2024). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2024 di Sulawesi Selatan mulai dilaksanakan. Pencanangannya di pusatkan di Kota Makassar sebagai wilayah dengan capaian sasaran imunisasi tertinggi di Sulawesi Selatan.

Pelaksanaan PID 2024 ini akan berlangsung mulai 13 hingga 19 Mei 2024 mendatang di 24 kabupaten dan kota di Sulsel. Fokus utama pada pekan imunisasi tahun ini ditargetkan pada kelompok anak zero-dose (anak-anak dosis non) atau populasi yang belum menerima Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).

“Saat ini pemerintah pusat menargetkan yaitu menyasar zero-dose atau populasi anak yang sama sekali tidak mendapatkan imunisasi dasar sejak lahir. Walaupun angkanya di Sulsel masih rendah kita tetap akan memastikan bahwa ini masih bisa diminimalkan lagi,” kata Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Sulawesi Maluku, Henky Widjaja, di sela-sela Pencanangan Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2024, di Puskesmas Tamalate, Kota Makassar, Senin, (13/05/2024).

Baca Juga : Hari Pertama, 15 Cakada Uji Kelayakan di Demokrat Sulsel

Menurutnya, masih adanya anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi dosis nol atau zero-dose disebabkan karena beberapa hal. Salah satunya yakni efek pandemi Covid-19, dimana berdampak pada
layanan maupun akses ke imunisasi dasar anjlok.

“Meskipun dalam tiga tahun terakhir Sulsel bisa kembali naik tapi masih ada populasi yang belum di sasar. Apalagi, saat ini Sulsel masih menjadi provinsi dengan cakupan paling tinggi di luar Pulau Jawa untuk imunisasi dasar lengkap dalam tiga tahun berturut-turut, makanya ini yang mau kita pastikan agar tetap terjaga,” terangnya.

Kendala lainnya yaitu, masih banyaknya masyarakat yang terhalang dengan akses, kependudukan, daerah terisolir dan lainnya. Sehingga, dalam memaksimalkan pelaksanaan imunisasi dasar lengkap ini memang perlu bagi masing-masing pemerintah daerah untuk melakukan inovasi dalam memberikan layanan.

Baca Juga : DM dan Syahar Ngopi Bareng di Gowa, Jajaki Tambahan Koalisi di Pilkada 2024

Ia mencontohkan, misalnya Dinas Kesehatan Makassar yang akan membuka layanan kejar imunisasi hingga pukul 22.00 Wita. Di mana dengan menyasar komunitas yang dianggap sulit di jangkau, karena berdasarkan data yang ada populasi anak yang belum di imunisasi bukan hanya terdapat di wilayah kumuh, tetapi juga di perumahan elit.

“Layanan hingga jam 10 malam ini untuk diberikan edukasi dan di dorong agar mereka bisa memastikan anak-anaknya dapat terjangkau oleh imunisasi dasar lengkap,” tegas Henky.

Ia menyebutkan, secara data capaian imunisasi di Sulsel periode 2023 lalu berada di atas rata-rata nasional yakni 85 persen atau mencapai 100 persen. Sehingga pencapaian ini diharapkan dapat dicapai kembali bahkan meningkat.

Baca Juga : Syaharuddin Alrif Janji Kawal Polemik Seleksi KPID Sulsel Hingga Tuntas

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin mengungkapkan, pencanangan IDL tahun ini dipilih Dinas Kesehatan Sulsel untuk dilakukan di Puskesmas Tamalate. Hal ini juga dinilai karena Kota Makassar menjadi salah satu penyumbang sasaran imunisasi tertinggi dari kabupaten atau kota lainnya.

“Ini bertujuan untuk mengejar anak-anak yang belum melakukan imunisasi lengkap (zero-dose) pada masa pandemi lalu. Makanya yang kita kejar adalah anak usia dibawah 2 tahun,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, jumlah sasaran imunisasi yang ditargetkan pada PID 2024 di Makassar sekitar 22 ribu anak. Jumlah sasaran ini tertinggi jika dibandingkan dengan jumlah sasaran imunisasi di kabupaten dan kota lainnya di Sulsel.

Baca Juga : Gelar Aksi di DPRD Sulsel, KJPP Tolak RUU Penyiaran dan Minta Seleksi KPID Sulsel Diulang

“Kami paling tinggi sasarannya dari 23 kabupaten dan kota lainnya di Sulsel,” terang Nursaidah.

Sebagai bentuk intervensi agar sasaran imunisasi di tahun ini dapat dicapai di tengah keterbatasan waktu imunisasi. Dinas Kesehatan Makassar mengeluarkan kebijakan agar 47 puskesmas yang ada untuk membuka posko layanan hingga malam hari, demi mendorong capaian imunisasi di setiap wilayah sesuai target.

“Jadi mulai pagi sampai siang atau jam operasional pelayanan itu di puskesmas. Kemudian di sore hingga jam 10 malam baru kita lakukan di posko, karena waktu pelaksanaan imunisasi juga pendek hanya seminggu. Makanya jika hanya dikejar dari pagi hingga siang sangat sulit untuk dicapai, makanya perlu waktu yang lebih. Apalagi sasaran tertinggi itu ada di Makassar, dan ini yang menopang pencapaian Sulsel secara menyeluruh,” tegasnya.

Baca Juga : Gelar Aksi di DPRD Sulsel, KJPP Tolak RUU Penyiaran dan Minta Seleksi KPID Sulsel Diulang

Layanan kejar imunisasi hingga malam hari perlu dilakukan karena mengingat di Makassar karakteristik masyarakatnya berbeda dari kabupaten dan kota lainnya. Dimana banyak penduduk atau orangtua yang memiliki anak wajib imunisasi bekerja hingga malam hari, sehingga ini menjadi kendala untuk mengantarkan anak mereka untuk melakukan imunisasi. Kemudian, di sisi lain, layanan posyandu puskemas beroperasi hanya sampai siang.

“Makanya perlu ada solusi dengan menghadirkan posko imunisasi untuk mengejar imunisasi yang terlambat. Dengan layanan ini kita maksimalkan capaian imunisasi lengkap anak-anak kita, utamanya anak-anak nol dosis, meskipun saat ini Makassar sudah maksimal pencapaiannya, tapi masih perlu kita dorong lagi,” katanya.

Ia mengaku, dalam pencanangan imunisasi memang masih terjadi beberapa kendala. Antara lain, masih banyaknya masyarakat yang enggan imunisasi karena banyaknya hoax yang tersebar. Sementara, imunisasi menjadi langkah penting untuk dilakukan dalam mencegah penyakit yang bisa disebabkan karena tidak melakukan imunisasi.

Baca Juga : Gelar Aksi di DPRD Sulsel, KJPP Tolak RUU Penyiaran dan Minta Seleksi KPID Sulsel Diulang

“Imunisasi ini menjaga kekebalan tubuh anak terhadap penyakit-penyakit tertentu yang bisa menyebabkan penyakit kejadian luar biasa (KLB). Makanya kami sangat berharap kepada masyarakat untuk betul-betul mengantisipasi, utama yang anak-anaknya berusia di bawah 2 tahun,” tutup Kadis Kesehatan Makassar.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646