REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu front end digital payment di Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan, baik di kalangan dunia usaha maupun masyarakat.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan pengguna hingga transaksi QRIS mencatatkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Khususnya dalam tiga tahun terakhir atau periode 2023 hingga 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Manajemen Intern (SPPURMI) BI Sulsel, Tri Adi Riyanto mengungkapkan, hingga 2025 jumlah merchant QRIS di Sulsel telah mencapai 1.345.527 merchant.
Baca Juga : Tolak Framing Media yang Menyesatkan, NasDem Sulsel Gelar Aksi Damai di Makassar
“QRIS terus menjadi pilihan utama dalam transaksi pembayaran digital. Hal ini tercermin dari pertumbuhan merchant yang konsisten dalam tiga tahun terakhir, dengan dominasi pelaku UMKM mencapai 76,8 persen,” ujarnya, dalam keterangannya, kemarin.
Ia menjelaskan, secara sebaran wilayah, konsentrasi merchant masih didominasi di Kota Makassar dengan porsi sebesar 43 persen dari total merchant di Sulawesi Selatan. Secara jumlah, pertumbuhan merchant QRIS menunjukkan tren positif.
Pada 2023, jumlah merchant tercatat sebanyak 931.676 atau tumbuh 23 persen secara year on year (yoy). Angka tersebut meningkat pada 2024 menjadi 1.098.066 merchant atau naik 18 persen yoy. Memasuki 2025, jumlahnya kembali melonjak menjadi 1.345.527 merchant atau tumbuh 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga : Lewat Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Pastikan Pemenuhan Gizi Masyarakat
Sejalan dengan pertumbuhan merchant, jumlah pengguna QRIS di Sulsel juga mengalami peningkatan pesat. Pada 2023, jumlah pengguna menembus 1.068.773 atau tumbuh 112 persen. Tren positif berlanjut pada 2024 menjadi 1.225.042 pengguna atau naik 15 persen yoy. Sementara pada 2025, jumlah pengguna mencapai 1.319.193 atau meningkat 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi nilai transaksi, lonjakan tercatat sangat signifikan. Pada 2023, nilai transaksi QRIS di Sulsel mencapai Rp3,76 triliun atau tumbuh 287,07 persen. Tren kenaikan berlanjut pada 2024 menjadi Rp10,28 triliun atau naik 173,64 persen. Pada 2025, nilai transaksi kembali melonjak hingga menembus Rp19,05 triliun atau tumbuh 85,34 persen secara tahunan.
Tak hanya nilai, volume transaksi juga menunjukkan pertumbuhan eksponensial. Pada 2023, volume transaksi mencapai 29 juta kali atau meningkat 228,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2024, volume transaksi tercatat 78,73 juta kali atau naik 171,44 persen. Sedangkan pada 2025, volume transaksi melonjak menjadi 170,50 juta kali atau tumbuh 116,56 persen secara tahunan.
Baca Juga : Realisasi APBD Triwulan I Capai 11,07 Persen, Munafri Ingatkan OPD Jangan Salah Arah Program
Tri menegaskan, pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya ekosistem pembayaran digital di Sulawesi Selatan, khususnya dalam mendukung akselerasi digitalisasi UMKM dan inklusi keuangan.
“Ke depan, bersama pelaku industri, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas akseptasi pembayaran digital hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, sehingga manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara merata,” tegasnya.
