0%
logo header
Kamis, 06 Agustus 2026 14:11

Penyaluran Kredit Perbankan Sulsel Tembus Rp176,30 Triliun

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin. (Dok. Istimewa)
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin. (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan hingga Juni 2026 mencapai Rp176,30 triliun. Angka tersebut tumbuh 5,27 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch Muchlasin mengatakan, penyaluran kredit perbankan pada Juni 2025 tercatat sebesar Rp167,47 triliun. Dengan demikian, dalam kurun waktu satu tahun terjadi peningkatan penyaluran kredit sekitar Rp8,83 triliun.

“Ada kenaikan 5,27 persen untuk penyaluran kredit kita di periode ini. Di mana, untuk Juni 2025 Rp167,47 triliun kemudian naik menjadi Rp176,30 triliun,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Baca Juga : Azis Peter Ajak Warga Gowa Jaga Kedamaian Daerah

Menurutnya, pertumbuhan penyaluran kredit secara tahunan tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas intermediasi perbankan di tengah dinamika perekonomian daerah. Selain itu, OJK melalui komitmennya terus mendorong agar pertumbuhan penyaluran kredit berlangsung secara sehat dan tetap memberikan kontribusi terhadap penguatan sektor riil, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Apalagi hal ini didukung dengan kualitas kredit atau Non Performing Loan (NPL) di level yang terkendali yaitu 3,70 persen. Sehingga, pertumbuhan kredit yang dibarengi dengan tingkat NPL yang terkendali menjadi salah satu indikator bahwa fungsi intermediasi perbankan di Sulawesi Selatan tetap berjalan dengan menjaga kualitas penyaluran pembiayaan.

“Kinerja intermediasi relatif cukup tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 117,71 persen,” terangnya.

Baca Juga : Beri Kontribusi Ekonomi, Perputaran Uang di MHM 2026 Tembus Rp52,3 Miliar

Selain pada penyaluran kredit yang tumbuh positif, kinerja industri perbankan yang solid juga terlihat pada pertumbuhan penghimpunan dana masyarakat atau Dana Pihak Ketiga (DPK) di Sulawesi Selatan. Pada periode yang sama, DPK yang berhasil dihimpun mencapai Rp149,77 triliun atau tumbuh 5,71 persen secara tahunan.

Pertumbuhan DPK tersebut mencerminkan masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

“Nilai DPK kita sekarang di Juni 2026 sebesar Rp149,77 triliun. Sementara di periode yang sama tahun sebelumnya hanya mencapai Rp141,69 triliun,” ujar Muchlasin.

Baca Juga : Ketika Pelajaran Sosiologi Masuk Era Digital: Universitas Megarezky Bekali Guru dengan LMS dan QR Code

Secara tahunan, pertumbuhan DPK tersebut berasal dari tiga jenis simpanan masyarakat, yakni tabungan, giro, dan deposito. Dari ketiga jenis DPK tersebut, tabungan menjadi portofolio dengan kontribusi terbesar. Hingga Juni 2026, nilai tabungan mencapai Rp92,03 triliun atau sekitar 61,45 persen dari total DPK perbankan di Sulsel.

“Besarnya porsi tabungan menunjukkan bahwa masyarakat masih menjadikan perbankan sebagai pilihan utama untuk menyimpan dana sekaligus menjaga likuiditas keuangan rumah tangga maupun usaha,” terangnya.

Sementara itu, keberadaan giro dan deposito melengkapi struktur penghimpunan dana perbankan di Sulsel.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646