0%
logo header
Kamis, 05 November 2026 18:39

Perkuat Pasokan Listrik Sulbagsel, PLN Percepat Pemulihan Pembangkit PLTU di Tengah Penurunan Produksi PLTA

Rizal
Editor : Rizal
Tampak udara fasilitas PLTU Jeneponto yang menjadi bagian dari infrastruktur pembangkit dalam mendukung pasokan listrik Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). (Foto: Istimewa)
Tampak udara fasilitas PLTU Jeneponto yang menjadi bagian dari infrastruktur pembangkit dalam mendukung pasokan listrik Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – PT PLN (Persero) terus memperkuat pasokan listrik pada sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) melalui percepatan pemulihan dan optimalisasi sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Langkah ini dilakukan di tengah menurunnya kemampuan pasok pembangkit listrik tenaga air (PLTA) akibat terbatasnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso, Sulawesi Tengah, yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Berdasarkan kondisi sistem Sulbagsel per 5 November 2026, sejumlah pembangkit PLTU menunjukkan peningkatan kemampuan pasok. PLTU Jeneponto dan PLTU Barru telah kembali beroperasi dan berkontribusi dalam memperkuat pasokan listrik pada sistem Sulbagsel.

Baca Juga : Usung Kualitas dan Layanan Nomor Satu, ASUS Perkenalkan Ragam Laptop dengan Inovasi Terbaik 2026 di Makassar

Pada saat yang sama, PLN terus mengawal penyelesaian pekerjaan pada sejumlah pembangkit lainnya. PLTU Moramo dan PLTU Palu 3 saat ini masih dalam proses pemulihan dan penyelesaian pekerjaan teknis.

PLN memastikan setiap tahapan dilakukan secara optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keandalan, dan kesiapan unit sebelum kembali beroperasi.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Didik Wicaksono, menyampaikan bahwa percepatan pemulihan pembangkit menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di tengah tantangan penurunan produksi PLTA.

Baca Juga : Mengenal Fuji, Sosok yang Mendampingi Wamen P2MI di IFL Total Politik

“Di tengah kondisi menurunnya kemampuan pasok pembangkit hidro akibat keterbatasan air, PLN terus mengupayakan penguatan pasokan melalui percepatan pemulihan dan optimalisasi pembangkit lainnya, khususnya PLTU,” ujar Didik.

“Sejumlah unit telah kembali beroperasi, sementara beberapa unit lainnya masih dalam proses penyelesaian pekerjaan agar dapat kembali mendukung sistem kelistrikan Sulbagsel,” tambahnya.

Berdasarkan kondisi sistem per 5 November 2026, daya mampu pasok PLTA Poso tercatat sebesar 200 MW, sementara kondisi normalnya mencapai 515 MW. Penurunan sebesar 315 MW tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi sistem kelistrikan akibat terbatasnya ketersediaan air untuk mendukung operasional pembangkit hidro.

Baca Juga : Harumkan Nama Sulsel, Syafira Aulia Ramadhani Borong Dua Penghargaan di Ajang Trend Model Indonesia 2026

PLTA memiliki kontribusi lebih dari 30 persen terhadap pasokan listrik Sistem Sulbagsel. Oleh karena itu, penurunan kemampuan produksinya membutuhkan langkah antisipatif melalui optimalisasi pembangkit lain, termasuk PLTU, serta pengelolaan sistem secara menyeluruh.

Selain mempercepat pemulihan pembangkit termal, PLN terus memantau kondisi hidrologi Danau Poso dan mendukung berbagai upaya peningkatan potensi hujan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang telah berlangsung sejak 21 Oktober 2026.

Upaya ini dilakukan bersama para pemangku kepentingan untuk mendukung peningkatan potensi curah hujan di wilayah tangkapan air Danau Poso, sehingga ketersediaan air dan kemampuan produksi PLTA diharapkan dapat berangsur membaik.

Baca Juga : OJK: Inovasi Aset Keuangan Digital Syariah Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Di sisi lain, PLN juga terus melakukan koordinasi dengan para pengelola pembangkit dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan seluruh sumber daya pembangkit yang tersedia dapat dioptimalkan. Pengelolaan sistem dan pengaturan beban dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasokan dan kebutuhan listrik agar keandalan sistem tetap terjaga.

“Kami memahami kondisi pasokan listrik saat ini masih menjadi perhatian dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. PLN terus bekerja dan mengupayakan berbagai langkah pemulihan, baik melalui percepatan perbaikan pembangkit maupun optimalisasi sumber daya yang tersedia,” tambah Didik.

PLN juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya pemulihan dengan menggunakan listrik secara bijak dan efisien. Dukungan serta doa masyarakat diharapkan dapat menyertai seluruh proses pemulihan pembangkit dan perbaikan kondisi cuaca di wilayah Danau Poso.

Baca Juga : OJK: Inovasi Aset Keuangan Digital Syariah Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat

Melalui percepatan pemulihan pembangkit, optimalisasi sumber daya yang tersedia, serta sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, PLN terus berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik dan memulihkan kondisi sistem kelistrikan Sulbagsel secara bertahap. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646