0%
logo header
Kamis, 02 November 2023 13:42

PLN Siapkan Strategi Penggunaan Hydropower untuk Maksimalkan Kebutuhan Listrik

Chaerani
Editor : Chaerani
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat memaparkan strategi penggunaan hydropower untuk memaksimalkan kebutuhan listrik di tanah air di sela-sela World Hydropower Congress (WHC) 2023, di Nusa Dua Bali, kemarin. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat memaparkan strategi penggunaan hydropower untuk memaksimalkan kebutuhan listrik di tanah air di sela-sela World Hydropower Congress (WHC) 2023, di Nusa Dua Bali, kemarin. (Dok. Humas PLN UIP Sulawesi)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BALI — Dalam upaya memaksimalkan kebutuhan pasokan listrik di tanah air. PT PLN (Persero) menggagas strategi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau Hydropower.

Hal ini pun dikampanyekan saat menjadi peserta pada World Hydropower Congress (WHC) 2023 yang berlangsung di Nusa Dua Bali, 31 Oktober 2023 lalu.

Dalam kegiatan ini pun Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berkesempatan mengunjungi booth PT PLN (Persero) untuk melihat mekanisme tersebut.

Baca Juga : Lewat Apresiasi Duta Genre, Dinas PPKB Gowa Siapkan Wadah Adu Gagasan

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, sebagai negara kepulauan, Indonesia menyimpan beragam sumber energi baru terbarukan. Khususnya pada energi air, sebagai salah satu sumber energi terbesar.

“Air memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan hingga mencapai 95 Gigawatt (GW). Sementara saat ini baru dimanfaatkan hanya sebesar 5,8 GW,” katanya, di sela-sela memaparkan strategi Hydropower di hadapan presiden.

Menurutnya, hal itu disebabkan tantangan berupa ketidakcocokan antara sumber energi baru terbarukan berskala besar. Misalnya air yang berada di daerah terpencil, dan jauh dari episentrum kebutuhan listrik yang berada di wilayah lain.

Baca Juga : Komisi B DPRD Makassar Bahas Ranperda Pendirian Perusda Terminal Makassar Metro

Oleh karena itu, PLN di bawah arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan strategi Accelerated Renewable Energy Development (ARED) yang mampu meningkatkan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan hingga 75 persen pada 2040 mendatang.

“Dengan ARED, pemanfaatan air sebagai sumber energi listrik di Indonesia mampu meningkatkan pemanfaatan air menjadi 25,3 GW pada 2040 atau meningkat sebesar 185 persen dibandingkan Business as Usual (BaU),” terang Darmawan.

Sementara, Presiden RI Joko Widodo mengatakan, pemanasan global adalah ancaman nyata bagi seluruh dunia. Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh mempercepat transisi energi, melalui penambahan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam skala besar.

Baca Juga : Marak Dugaan Kecurangan Rekapitulasi Suara, Muchlis Misbah Minta Semua Pihak Tak Berbuat Curang

Menurutnya, total potensi EBT di tanah air diperkirakan mencapai 3.600 GW, baik dari matahari, angin, panas bumi, ombak, bio energi dan hydropower. Khusus untuk hydro, Indonesia memiliki lebih dari 4.400 sungai potensial, di mana 128 di antaranya adalah sungai besar.

Seperti sungai Mamberamo yang memiliki potensi 24 ribu Megawatt (MW) di Papua. Kemudian Sungai Kayan di Kalimantan Utara memiliki potensi 13 ribu MW yang nantinya akan digunakan sebagai sumber listrik untuk Green Industrial Park di Kalimantan.

“Ini adalah potensi besar yang bisa kita manfaatkan untuk masa depan bumi dan masa depan generasi penerus,” terangnya.

Baca Juga : Capai 80 Ribu Lebih, Petani Milenial Sidrap Syaharuddin Alrif Cetak Rekor Peraih Suara Terbanyak DPRD Sulsel

Namun, ia menekankan, Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan untuk mengembangkan potensi besar hydro tersebut, salah satunya terkait lokasi sumber hydro yang posisinya jauh dari pusat kebutuhan listrik. Sehingga, pemerintah Indonesia membuat blue print percepatan jalur transmisi yang menyambungkan listrik dari lokasi hydropower yang dibawa menuju pusat pertumbuhan ekonomi dan pusat pertumbuhan industri.

Selain itu, tantangan juga muncul dari sisi investasi dan alih teknologi.

“Ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit dan membutuhkan kolaborasi dengan seluruh kekuatan ekosistem hidro di dunia,” tambah Jokowi.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646