REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Selatan kembali mencatatkan progres penting dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan berhasil melaksanakan energisasi (energize).
Proses energize dilakukan pada kubikel 20 kV Unit 1 dan Unit 2 serta Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV sepanjang 52 kilometer sebagai fasilitas penyambungan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Salu Noling berkapasitas 2 x 5 MW.
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting sebelum PLTM Salu Noling memasuki tahapan sinkronisasi dengan sistem kelistrikan PLN hingga beroperasi secara komersial. Kehadiran pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT) ini nantinya akan menambah pasokan energi bersih sebesar 10 MW untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : DM Ajak Pengurus KONI Maros Tak Abaikan Atlet Beprestasi di Daerah
Manager PLN UPP Sulawesi Selatan, Ronald Paschalis Foudubun, mengatakan bahwa keberhasilan energisasi ini menunjukkan kesiapan infrastruktur penyambungan yang dibangun PLN untuk menerima pasokan listrik dari PLTM Salu Noling.
“Keberhasilan energisasi ini merupakan bukti kesiapan infrastruktur penyambungan yang dibangun PLN untuk menerima pasokan listrik dari PLTM Salu Noling,” katanya, dalam keterangan resminya, Rabu, (22/07/2026).
Selanjutnya pihaknya akan memastikan seluruh tahapan pengujian hingga sinkronisasi berjalan aman, andal, dan sesuai standar sehingga pembangkit dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Berbagi Puluhan Paket Sembako ke Warga Mamasa
Sementara itu, General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang mendukung transisi energi nasional dan pemanfaatan energi baru terbarukan.
“Keberhasilan energisasi infrastruktur penyambungan PLTM Salu Noling menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan,” ujarnya.
Tambahan kapasitas 10 MW dari PLTM Salu Noling akan semakin memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Selatan sekaligus menjadi bagian dari upaya PLN dalam menggerakkan kedaulatan energi melalui pemanfaatan sumber daya energi domestik yang bersih, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Baca Juga : Komisi V DPR RI Dorong Penambahan Anggaran Pelayaran 3T
Melalui setiap tahapan pembangunan yang berhasil diselesaikan, PLN terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan nasional guna menghadirkan pasokan listrik yang andal, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia melalui percepatan pengembangan energi baru terbarukan.
