0%
logo header
Selasa, 07 Februari 2023 20:25

Prof Asmuddin Natsir: Limbah Tanaman Jadi Sumber Pakan Utama Ternak

Penerimaan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Unhas di Ruang Senat Unhas Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (07/02/2023). (Istimewa)
Penerimaan Jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Unhas di Ruang Senat Unhas Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (07/02/2023). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Dr. Ir. Asmuddin Natsir, M.Sc mengatakan, walaupun limbah tanaman memiliki problematika dalam hal kandungan nutrisi dan pemanfaatannya oleh ternak, namun bahan ini berpeluang berbalik arah menjadi sumber pakan utama dalam menopang produksi ternak ruminansia (hewan pemamah biak) sebagai alternatif pengganti pakan hijauan yang bersumber dari bahan penggembalaan yang luasan dan kualitasnya semakin menurun dari waktu ke waktu.

“Teknologi pengolahan pakan yang ada saat ini perlu terus dikembangkan agar dapat mencapai level yang efisien dan efektif, sehingga peternak dapat lebih terbuka dalam menerima dan menerapkan teknologi pengolahan tersebut untuk menopang kebutuhan pakan ternaknya,” ujar Prof. Asmuddin Natsir dalam orasi ilmiah penerimaan jabatan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Nutrisi Ternak Fakultas Peternakan Unhas di Ruang Senat Unhas Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (07/02/2023).

Dalam orasinya bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Tanaman Pangan sebagai Pakan Sumber Serat untu Ternak Ruminansia” yang berlangsung dalam Rapat Paripurna Senat Akademik Unhas yang dipimpin ketuanya Prof. Dr. Baharuddin Thalib, drg.M.Kes., Sp.Pros (K) tersebut, maha guru kelahiran Makassar 17 September 1959 tersebut mengatakan, optimalisasi pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan sumber erat bagi ruminasia perlu terus diupayakan dan didukung dengan berbagai bentuk program, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya dengan tetap mempertimbangkan potensi daerah masing – masing.

Baca Juga : Obituari Hasyim Ado: Pernah Dibantingi Pistol

“Perlu pembuatan demplot penerapan teknologi pengelolaan limbah tanaman pangan dan limbah pertanian lainnya sebagai pakan ternak ruminansia pada setiap daerah sebagai percontohan agar peternak dapat secara langsung melihat bagaimana proses pengolahan limbah tanaman pangan dapat memberikan manfaat bagi ternak,” kata ayah dua anak dengan istri Asiah Patu itu memaparkan dalam Rapat Paripurna Senat Akademik Unhas yang dihadiri Ketua Dewan Profesor Unhas Prof. Dr. Andi Pangeran Moenta, S.H., Rektor Unhas Prof.Dr.Ir. Jamaluddin Jomoa, M.Sc., para anggota Senat Akademik, Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas dan sejumlah undangan lainnya.

Prof. Asmuddin Natsir mengatakan, pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan sumber serat dapat juga dioptimalkan melalui teknologi pengolahan pakan komplit (‘complete feed’). Teknologi ini mengombinasikan berbagai bentuk pengolahan yang ada.  Dalam formulasi pakan komplit porsi limbah tanaman pangan sebagai sumber serat tetap lebih dominan dibandingkan bahan pakan lainnya.

“Pakan komplit mengandung nutrisi yang lengkap, sehingga mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi ternak,” ujar lulusan Ph.D. (Philosophy of Doctor – doktor) The University of Melbourne, Australia (2005) tersebut.

Baca Juga : Mantan Dirut BRI Temu Kangen: (5-Habis)Wawancara Sambil Bermain Golf dengan Wapres

Master lulusan Auburn University Alabama, USA (1992) ini mengatakan, walaupun berbagai teknologi pengolahan terbukti dapat memperbaiki nutrisi dari limbah tanaman pangan, sehingga berdampak terhadap peningkatan produksi ternak ruminansia, adopsinya di masyarakat umum belum begitu menggembirakan.

“Terlepas dari berbagai kendala yang dihadapi dalam memanfaatkan limbah tanaman pangan sebagai pakan sumber serat bagi ruminansia, peran dari bahan pakan ini pada masa datang akan menjadi lebih siginifikan. Tersedianya alat dan mesin pengolah pakan dengan harga yang lebih terjangkau, keterlibatan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mendukung ketersediaan sarana dan prasarana untuk pengolahan akan mengoptimalkan pemanfaatan bahan pakan ini dalam menunjang produksi ternak sapi pada khususnya  dan ternak ruminansia secara umum ,” kata Presenter Oral terbaik dalam suatu konferensi internasional di Sydney Australia (2018) dan Presenter terbaik Oral Webinar Sapi dan Kerbau IV Universitas Andalas Padang (2020) tersebut. (*)

Penulis : M. Dahlan Abubakar
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646