0%
logo header
Jumat, 26 Agustus 2022 14:29

Proyek Tembok Laut Pantai Alorang Bulukumba Dinilai Sangat Membantu Masyarakat

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Kepala BPBD Bulukumba, Andi Akrim (tengah) bersama staf saat meninjau lokasi proyek Alorang. (Ist)
Kepala BPBD Bulukumba, Andi Akrim (tengah) bersama staf saat meninjau lokasi proyek Alorang. (Ist)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Pembangunan Proyek Tembok Laut Pantai Alorang di Kecamatan Herlang beberapa waktu lalu sempat viral dan menyita perhatian publik.

Diduga proyek yang di kerjakan oleh CV Mufida Karya dari satuan kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulukumba di kerjakan asal-asalan.

Selain itu proyek dengan anggaran 7 Milyar lebih tersebut diduga menggunakan material pasir yang bercampur tanah.

Baca Juga : Jelang May Day, Polres Bulukumba Siapkan Pengamanan dan Latihan Dalmas

Namun, hal tersebut di bantah oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Bulukumba, Andi Akrim saat di temui di ruangannya, Kamis (26/08/2022).

Andi Akrim mengatakan jika saat mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan material pasir yang berada di lokasi proyek, ia bersama PPK langsung berkunjung ke lokasi.

Saat tiba di lokasi proyek, Andi Akrim memang menemukan tumpukan material pasir yang bercampur tanah.

Baca Juga : Polres Bulukumba Gelar Jumat Bersih, Pantai Merpati Disulap Kembali Bersih

Namun, ia langsung memerintahkan kepada kontraktor untuk tidak menggunakan material pasir yang bercampur tanah tersebut.

“Karena tidak sesuai maka saya langsung perintahkan kepada kontraktor untuk tidak menggunakan pasir tersebut”, ucapnya.

Lebih lanjut, Andi Akrim juga telah memastikan jika material pasir tanah tersebut sama sekali tidak digunakan.

Baca Juga : Sempat Kabur ke Morowali, Pelaku Penikaman di Bulukumba Dibekuk Polisi

Hal itu juga telah di periksa oleh pihak konsultan pengawas yang menurutnya tidak layak digunakan untuk campuran beton.

“Silahkan kita cek ke lokasi dinda, dijamin 100 persen tanah itu tidak di pakai, dan saat ini telah menggunakan pasir yang sesuai dengan spesifikasinya”, jelasnya.

Sementara Tokoh masyarakat Alorang, Sahiruddin yang di konfirmasi mengatakan jika material pasir yang bercampur tanah tidak di gunakan sama sekali oleh kontraktor.

Baca Juga : Polres Bulukumba Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Mariorennu, Pelakunya Anak Kandung Sendiri

Ia menyampaikan jika setelah ada penolakan saat itu juga pihak kontraktor menggunakan material pasir yang sudah sesuai dengan spesifikasinya

“Iye, memang pernah ada pasir yang bercampur tanah masuk ke lokasi, tapi tidak na pakaiji saya liat karena langsung ada penolakan,” kata Sahiruddin yang rumahnya berada tepat di samping lokasi proyek tersebut.

Cahi akrabnya menceritakan pada saat ombak besar menghantam beberapa Minggu lalu, proyek tembok tersebut sama sekali tidak mengalami kerusakan walau belum di lakukan pengecoran oleh pihak kontraktor.

Baca Juga : Polres Bulukumba Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Mariorennu, Pelakunya Anak Kandung Sendiri

Dimana ia membandingkan saat rumahnya di terjang ombak dan mengalami kerusakan beberapa tahun silam

“Saat ini pak saya tidak ada komen sama sekali, karena saya anggap pembuatannya jauh lebih bagus dari yang dulu-dulu, karena tehniknya mungkin beda,” jelas Cahi.

Lebih lanjut, Cahi menyampaikan jika dalam pembangunan proyek rekonstruksi tembok laut yang rumahnya berada tepat di bibir pantai benar-benar sangat membantu.

Baca Juga : Polres Bulukumba Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis di Mariorennu, Pelakunya Anak Kandung Sendiri

Apalagi ia dan masyarakat setempat tiap hari memantau pekerjaan proyek tersebut.

“Karena berada di belakang rumah saya, saya sangat merasakan betul pak, betul-betul aman, karena dulu sebelum ada proyek ini saya selalu was-was pak setiap malam, sekarang saya sudah bisa tidur nyenyak”, pungkasnya. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646