0%
logo header
Jumat, 26 Januari 2024 15:48

Pupuk Langka, Petani di Jeneponto Terancam Gagal Panen

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ilustrasi Pupuk Bersubsidi. (Istimewa)
Ilustrasi Pupuk Bersubsidi. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JENEPONTO — Tidak adanya ketersediaan pupuk membuat para petani di Kabupaten Jeneponto kian menjerit,  tidak hanya itu para petani khawatir akan mengalami gagal panen jika tanaman mereka tidak segera mendapat pupuk.

Sejak beberapa pekan terakhir, beberapa kelompok tani dan toko pertanian di kabupaten Jeneponto tidak memiliki ketersediaan pupuk. Para distributor tidak lagi memasok pupuk bersubsidi untuk keperluan pertanian.

Hal itu membuat para petani kebingungan dan cemas, terutama bagi yang sedang bercocok tanam. Para petani khawatir tanaman mereka akan mengalami gagal panen jika tidak segera mendapatkan pupuk.

Baca Juga : Kecelakaan Maut, Bocah di Jeneponto Tewas Usai Tabrakan Dengan Mobil Pick Up

Salah satunya Yunus merupakan petani jagung mengatakan untuk mendapatkan pupuk sangat sulit apalagi dengan adanya aturan yang menurutnya sangat ganjil lantaran namanya tidak terdaftar di dalam aplikasi Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-rdkk), padahal ia mengaku namanya terdaftar di kelompok tani dan Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian ( Simpluh).

“Susah pak mendapatkan pupuk apalagi aturan yang sangat ketat, mana nama tidak terdaftar di e-rdkk padahal semua persyaratan kita semua penuhi, “ungkapnya saat di temui republiknews.co.id, Jumat (26/01/2024).

Ia juga menyampaikan untuk mengatasi langkanya pupuk bersubsidi tersebut, kami para petani terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya jauh lebih mahal. Bahkan sebagian dari petani kini justru beralih menggunakan pupuk kandang untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman.

Baca Juga : Jelang Idul Fitri 1445 Hijriah, Pj Bupati Jeneponto Serahkan 287 SK PPPK

Sementara itu, menurut para petani yang enggan disebutkan namanya, langkanya pupuk bersubsidi ini karena diduga adanya mafia ikut bermain untuk memperjual belikan dengan harga diatas het.

“Dengan harga berfariasi ada yang jual 150 bahkan ada sampai 170,” ucapnya.

“Saya duga ada mafia pupuk ikut bermain dalam penyaluran, apalagi harganya diatas het, sehingga kami petani kecil susah mendapatkan pupuk dengan harga tinggi,” pungkasnya.

Baca Juga : Junaedi Bakri Ajak Petani Jenepinto untuk Terus Berinovasi

Para petani berharap pemerintah dan kementerian pertanian segera menyalurkan pupuk agar gagal panen tidak terjadi. (*)

Penulis : Andi Nurul Gaffar
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646