REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan aspirasi warga Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Hal tersebut disampaikan Cicu, sapaan karibnya, saat menggelar reses atau temu konstituen bersama warga di Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (24/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Gunung Sari, Ahmad Abubakar, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para ketua RT/RW, serta ratusan warga setempat.
Baca Juga : Tolak Framing Media yang Menyesatkan, NasDem Sulsel Gelar Aksi Damai di Makassar
Dalam sambutannya, Cicu menegaskan bahwa reses merupakan momen penting untuk menyerap, menampung, serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat, sekaligus melakukan pengawasan pembangunan secara langsung di lapangan.
“Pertemuan ini bertujuan untuk menjaring aspirasi bapak dan ibu, mendengar keluhan, serta meninjau kondisi lapangan untuk kemudian diperjuangkan dalam kebijakan,” ujar Cicu.
Salah seorang warga mengusulkan agar setiap RW memiliki bank sampah guna memudahkan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
Baca Juga : Lewat Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Pastikan Pemenuhan Gizi Masyarakat
“Saya berharap di setiap RW ada bank sampah supaya warga tidak jauh lagi dan tidak bingung mau dibawa ke mana sampahnya,” ujar salah seorang warga setempat.
Menanggapi hal itu, Cicu yang juga politisi Partai NasDem tersebut mengapresiasi keberadaan lima bank sampah yang telah terbentuk di wilayah Kelurahan Gunung Sari.
Ia mendorong partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah, mengingat kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang yang dinilai sudah tidak mampu menampung seluruh sampah warga Makassar.
Baca Juga : Realisasi APBD Triwulan I Capai 11,07 Persen, Munafri Ingatkan OPD Jangan Salah Arah Program
“Sampah plastik bisa dipisahkan dan memiliki nilai ekonomi. Jika ingin menambah bank sampah, saya siap berpartisipasi,” katanya.
Cicu juga menyoroti pentingnya pembangunan partisipatif di tengah keterbatasan anggaran kelurahan. Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak dapat sepenuhnya mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat tanpa dukungan partisipasi warga.
Terkait kelompok wanita tani, Cicu menyatakan siap membantu fasilitasi bantuan, termasuk program tanaman pekarangan bergizi melalui dukungan kementerian terkait.
Baca Juga : Dukung Kebijakan WFH, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen
Selain itu, ia juga mengingatkan warga terkait pembaruan data penerima bantuan sosial, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu yang masuk dalam kategori desil satu hingga lima.
“Jika ada BPJS yang tiba-tiba tidak aktif dan masuk kategori tersebut, segera laporkan karena saat ini sedang dilakukan pendataan ulang oleh Kementerian Sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Gunung Sari, Ahmad Abubakar menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayah tersebut sebagai lokasi reses. Ia menyebut Kelurahan Gunung Sari sebagai salah satu wilayah yang tertib dan aman dalam pelaksanaan pemilihan RT/RW yang lalu.
Baca Juga : Dukung Kebijakan WFH, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen
Meski demikian, ia mengakui keterbatasan anggaran kelurahan dalam mengakomodasi seluruh kegiatan masyarakat. Untuk itu, pihaknya membentuk paguyuban RT/RW sebagai wadah koordinasi dan gotong royong warga.
Reses tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan usulan yang disampaikan warga untuk ditindaklanjuti dalam pembahasan kebijakan di tingkat provinsi. (*)
